• Selasa, 24 Mei 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-9)

- Senin, 10 Januari 2022 | 06:53 WIB

 

“Sungguh telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; barang siapa yang dapat melihat (dan mengenali Kebenaran itu), maka (manfaatnya) untuk jiwanya sendiri, dan barang siapa yang buta (tidak melihat Kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).” (QS. al-An'am: 104).

Dua Potret al-Masih yang Berlawanan

Perbedaan mendasar antara Eskatologi Islam dengan Eskatologi lainnya, khususnya dengan Eskatologi Yahudi dan Kristen, adalah perbedaan jawaban atas pertanyaan, siapakah Sosok al-Masih Juru Selamat yang akan membawa kepada masa kejayaan itu?

Umat Yahudi merasa gembira menerima berita tentang al-Masih yang dijanjikan. Tetapi mereka kebingungan tentang adanya dua gambaran tentang sosok al-Masih yang berlawanan serta misinya. 

Yang pertama adalah Raja Penakluk yang akan merestorasi kerajaan 'Umat Pilihan Allah" (yang pada saat itu adalah umat Yahudi) di Tanah Suci, dan akan memerintah dunia dengan kedamaian.

Yang kedua adalah seorang al-Masih yang rendah hati dan menderita. 

Dua potret yang tampak berlawanan tersebut dengan jelas digambarkan dalam Yesaya yang menjelaskan al-Masih sebagai "Hamba Tuhan" yang akan sejahtera, diangkat, dan sangat dimuliakan:

“Sesungguhnya, hamba-Ku akan berhasil, ia akan ditinggikan, disanjung, dan dimuliakan.” (Yesaya [Isaiah], 52:13).

Kemudian dia menjelaskan "Hamba" sebagai seseorang yang direndahkan sampai pada keadaan dia hampir tidak dianggap sebagai manusia, dan seseorang yang akan mengalami baik pemuliaan maupun penghinaan:

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X