• Selasa, 24 Mei 2022

Yerusalem dalam Al Qur'an, Kunci untuk Memahami Dunia Modern (Bagian ke-7)

- Kamis, 6 Januari 2022 | 22:02 WIB
Maman Supriatman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)
Maman Supriatman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)

“Sungguh telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; barang siapa yang dapat melihat (dan mengenali Kebenaran itu), maka (manfaatnya) untuk jiwanya sendiri, dan barang siapa yang buta (tidak melihat Kebenaran itu), maka kemudaratannya kembali kepadanya. Dan aku sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).” (QS. al-An'am: 104).

Alquran dan Takdir Yerusalem

Setelah menghukum umat Yahudi dengan mengusir mereka dari Tanah Suci untuk yang kedua kalinya, Allah Maha Tinggi menyatakan kehendak-Nya untuk tetap menghukum mereka, jika mereka tetap menodai Tanah Suci dengan pelanggaran syarat keimanan dan perbuatan baik:

 “… tetapi jika kalian kembali (pada pelanggaran syarat kepemilikan Tanah Suci), Kami akan kembali (menimpakan hukuman Kami, yaitu kalian akan diusir lagi dan lagi)…” (QS. al-Isra: 8).

Takdir Jerusalem dengan jelas tertulis pada peringatan dalam Ayat Alquran di atas.

Apapun hasil persetujuan antara wakil nasionalis sekuler penduduk Palestina dengan nasionalis sekuler Euro-Yahudi yang dianggap mewakili "keturunan" Ibrahim, yakni Bani Israel, takdir Jerusalem  ditentukan oleh konteks dekadensi, penindasan dan keadaan tidak bertuhan dengan meninggalkan cara hidup religius.

Baca Juga: Jaringan Media Siber Indonesia Ditetapkan Sebagai Konstituen Dewan Pers

Editorial dalam surat kabar The _Jerusalem Post_ telah mengatakan tentang hal itu: "Untuk begitu banyak penduduk Israel, keyahudian sudah dianggap sebagai sistem yang kuno, primitif, dan tidak relevan dalam persaingan usaha demi mendapatkan kekuatan dan pendanaan, dan bahkan merupakan sumber rasa malu bagi masyarakat modern yang berorientasi pada intelektual." (Jerusalem Post, 12 September 2000).

Alquran telah menetapkan takdir Yerusalem bahwa umat Muslim akan melanjutkan kekuasaan atas Yerusalem yang dimulai dengan cepat setelah wafatnya Nabi SAW, dan berlanjut tanpa ada gangguan selama beberapa ratus tahun. 

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Al Quran dan Perang Besar (Bagian ke 1)

Jumat, 18 Februari 2022 | 22:19 WIB

Problem Utama Umat Islam Saat Ini, Ini Solusinya!

Rabu, 9 Februari 2022 | 07:07 WIB

Sejarah akan Berakhir sebagaimana Sejarah Berawal

Jumat, 4 Februari 2022 | 07:21 WIB
X