• Rabu, 8 Desember 2021

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

- Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB
Maman Supriatman (TiNewss)
Maman Supriatman (TiNewss)

Dajjal adalah subjek kajian yang paling sulit dipelajari. Syekh Imran yang konsisten menekuni Ilmu Akhir Zaman sejak lebih dari 20 tahun pun mengakui, dia belum berhasil menulis buku tentang dajjal secara utuh. 

Meskipun bisa dikatakan bahwa semua video kuliahnya yang berjumlah ratusan dan puluhan bukunya yang sudah diterbitkan, seluruhnya berkaitan dengan fitnah dajjal di akhir zaman, namun Syekh Imran mengakui bahwa dia tidak tau apakah umurnya akan cukup untuk merampungkan buku yang utuh tentang dajjal. 

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa buku dengan subjek dajjal akan menjadi bukunya yang terakhir. 

Kesulitan untuk menulis buku yang utuh tentang dajjal, sebagian karena dajjal sendiri adalah sosok yang misterius. Karena kelebihan dan kecerdasannya yang telah Allah khususkan untuknya tidak tertandingi, sebelum  diturunkan sosok yang juga telah Allah siapkan untuk membunuhnya, yaitu Nabi Isa AS. 

Baca Juga: 41 Kandidat ASN Berprestasi Ditetapkan Kementerian PANRB, Lolos Tahap II Ajang Anugerah ASN Tahun 2021

Kecerdikan dan kelebihannya inilah yang bahkan telah dan akan terus membuat kaum Yahudi pun, yang dianugerahi Allah sejumlah kelebihan dan kecerdasan, terkecoh pula oleh tipu dayanya. 

Bila kaum yang konon memiliki tingkat kecerdasan dan kecerdikan di atas rata-rata saja bisa terkecoh oleh tipu daya dajjal, tentu akan lebih mudah baginya untuk mengecoh masyarakat dunia dan umat Islam khususnya, termasuk keahliannya untuk menyamarkan keberadaannya, hingga banyak yang tidak percaya atau ragu bahwa sosok dajjal benar-benar ada, dan akan muncul dalam dimensi ruang dan waktu manusia, pada saatnya. 

Hanya setelah dajjal terbunuh, dunia ini akan terbebas dari kedzaliman dan penindasan, karena setelah berhasil membunuh dajjal kelak, Nabi Isa AS bersama Imam Mahdi, akan membangun kembali peradaban dunia terakhir sebelum Kiamat, dimana dunia akan dipenuhi keadilan dan kesejahteraan sebagaimana sebelumnya dunia ini dipenuhi oleh kedzaliman, penindasan dan ketakutan. 

 Baca Juga: Kasus COVID di Sumedang, Bertambah Lagi Walaupun Hanya Satu

Begitulah Nubuwwahnya. 

Dajjal, Nabi Isa AS dan Imam Mahdi, dengan demikian merupakan tiga tokoh utama dalam panggung dialektika sejarah akhir zaman, tentang pertarungan abadi antara keadilan dan kedzaliman, antara antara kebenaran dan kebatilan, yang baru akan berakhir menjelang berakhirnya sejarah.

Karena itu, kajian tentang (fitnah) dajjal tidak bisa tidak, mesti melibatkan dan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu: sejarah, filsafat, politik, ekonomi, keuangan dan perbankan, hubungan internasional, perkembangan geopolitik global dan tentu saja seluruh disiplin ilmu yang dibutuhkan dalam Islamic Studies.

Karena kompleksitas masalah dalam kajian subjek dajjal ini, maka Allah telah menunjuk seorang hamba pilihannya sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dan karena itu disebut sebagai Nabi akhir zaman. Sebagai Nabi akhir zaman, beliau SAW tentu sudah dibekali dengan sejumlah _Nubuwwah_, agar umatnya selamat dan tidak tersesat dalam mengarungi belantara akhir zaman.

Baca Juga: Viral: Video Syur Garut 19 detik, Pemeran Cowok Berhasil Diamankan Polisi, Terungkap Ini Motifnya!

Karena begitu halus dan dahsyatnya fitnah dajjal yang akan menimpa umatnya di akhir zaman, Nabi SAW telah memberikan tuntunan penangkal secara berlapis: 1) membaca Surat Al-Kahfi seminggu sekali pada hari/malam Jum'at; 2) menghafalkan 10 Ayat pertama/terakhir dari Surat Al-Kahfi; dan 3) berdoa memohon perlindungan dari fitnah dajjal minimal 5 kali sehari semalam dalam tahiyyat akhir. 

Terdapat dua hadits shahih tentang keutamaan membaca Surat Al-Kahfi di hari/malam Jumat:

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah.” (HR. Ad Darimi).

“Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at.” (HR. An-Nasa’i dan Baihaqi).

Tentang keutamaan menghafal 10 Ayat pertama/terakhir Surat Al-Kahfi, terdapat dalam hadits dari Abu Darda’:

“Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim, 809). 

Baca Juga: Viral : Siapa Nessie Judge? Trending di Twitter dan Google. Ini Dia Profilenya!

Dalam riwayat lain disebutkan, “Dari akhir surat Al-Kahfi.” (HR. Muslim, 809).

Suratul Kahfi memiliki perbedaan unik, karena menjadi satu-satunya Surat dalam Alquran yang dihubungkan oleh  Nabi Muhammad SAW sendiri dengan fitnah dajjal

Surat ini juga memiliki perbedaan unik kedua, karena Allah dalam Surat ini memulai penjelasan tentang subjek Yakjuj dan Makjuz. 

Pada masa awal kenabian, orang-orang Arab jahiliah tidak tahu bagaimana menilai klaim dari orang yang lahir di antara mereka. Mereka begitu terkesan sehingga memanggilnya "Al-Amin", orang yang dapat dipercaya. Bahkan kemudian menyatakan dirinya sebagai Nabi. 

Akhirnya mereka memutuskan untuk mengirim delegasi ke kota Yatsrib atau Madinah sekarang. Di kota itu sedang berkumpul para rabi Yahudi terkemuka. 

Mereka bermaksud menanyakan kepada rabi Yahudi itu klaim Nabi baru yang lahir dari kalangan dan di tengah-tengah mereka. 

Baca Juga: Lagu Hymne Guru, ini Profil Pencipta dan Lirik Lagunya

Rabi berkata, tanyakan kepadanya tiga pertanyaan ini, yang hanya dapat dijawab oleh seorang Nabi. Maksudnya, bila ia (Nabi Muhammad SAW) bisa menjawab ketiga pertanyaan itu, berarti benar bahwa ia Nabi.

Untuk itu Allah SWT menurunkan Wahyu yang khusus dimaksudkan untuk menjawab ketiga pertanyaan rabi Yahudi itu. 

Dua dari jawaban itu terletak di dalam Surat Al-Kahfi, dan satu jawaban lagi terletak dalam Surat sebelumnya, Surat Al-Isra.

(Karena alasan ini, Surat Al-Kahfi dan Surat Al-Isra terhubung. Maka, dalam metodologi pembacaan Alquran yang dirumuskan Syekh Imran, kedua Surat ini tidak boleh dipenggal membacanya, dan harus digabung dalam satu juz). 

Membaca Suratul Kahfi pada hari/malam Jumat akan memberi Anda Nur yang mengikat langit dan bumi, yang dengan Nur itu memungkinkan Anda untuk transit antara dua gerakan mundur dan maju di antara dunia ruang dan waktu yang berbeda (langit dan bumi).

Dalam Surat An-Nur ayat 35, Allah mengabarkan bahwa Dia adalah pemberi Cahaya/Nur langit dan bumi, dan memberikan Cahaya itu kepada siapa yang dikehendakiNya. 

Baca Juga: Ketika Ridwan Kamil Melucu tentang Mandalika, Disemprit Warga Tasik Masalah JAMU alias Jalan Mulus

Nur inilah yang memberikan kapasitas _bashirah,_ untuk melihat dengan mata hati, intuisi atau _internal-insight_ sehingga dapat melihat realitas dunia di balik yang tampak oleh penglihatan eksternal. 

Kapasitas ini adalah kebalikan dari kapasitas yang dimiliki dajjal, yang melihat dunia dan segala sesuatu, hanya dengan sebelah mata. "Mereka hanya mengetahui yang lahir saja dari kehidupan dunia." (QS. Ar-Rum: 7).

Berdasarkan hadits yang dikutip di atas, Nur itu akan tinggal bersama Anda sampai Jumat berikutnya. 

Pentingnya Nur ini, karena ada hadits yang menjelaskan sebuah peristiwa ketika Nabi SAW tidur di rumah istrinya Zainab RA di Madinah. Beliau melihat sesuatu dalam tidurnya, sebuah penglihatan yang sangat mengerikan, sehingga beliau terbangun dengan wajah merah. 

Seperti diceritakan oleh Zainab binti Jahsy, saat terbangun itu, Nabi tiba-tiba berkata, “Tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah. Sungguh kerusakan akan menimpa bangsa Arab akibat datangnya kejahatan yang telah dekat. Hari ini, sebuah lubang sebesar ini telah terbuka di dinding Ya’juj dan Ma’juj.” Ketika itu, Nabi membuat tanda lubang dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Baca Juga: Park Shin Hye dan Choi Tae Joon Rencana Menikah, Sang Aktris dikabarkan Sedang Hamil

Lalu Zainab bertanya, apakah kita akan dihancurkan, sementara di antara kita masih ada orang-orang shaleh? Beliau menjawab: "Ya,  

"ketika kemaksiatan merajalela". Dalam versi yang dikutip Syekh Imran, "ketika sampah menang." 

Siapakah mereka yang disebut dengan penghinaan bahwa ketika sampah ini menang, maka kehancuran orang Arab akan segera datang? 

Kehancuran itu saat ini belum terjadi, karena itu adalah kehancuran yang berhubungan dengan Yakjuz dan Makjuz, namun dunia Arab sedang dipersiapkan untuk kehancuran. 

Kehancuran akan datang ketika orang-orang memiliki mata namun tidak dapat melihat, memiliki telinga namun tidak bisa mendengar, dan mereka memiliki hati namun tidak mengerti. 

Dalam Surat Al-A'raf Ayat 179 Allah menyebut orang-orang ini seperti hewan, bahkan lebih sesat. 

 

Baca Juga: Arteria Dahlan Cengeng Lapor Polisi dan Panglima TNI, Ini Karma bagi Sang Big Jokes!

Refleksi

Berbeda dengan Surat Al-Kahfi secara utuh yang cukup dibaca seminggu sekali, 10 Ayat pertama/terakhir Surat Al-Kahfi tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan, tapi harus dipelajari. 

Dengan kata lain, 10 Ayat pertama/terakhir dari Surat Al-Kahfi mengandung khazanah ilmu pada dimensi rasional, karena harus dipelajari dan dimengerti. Sedangkan pembacaan Surat Al-Kahfi pada setiap hari/malam Jumat, mengandung khazanah samudera pengetahuan intuitif.

Itu sebabnya Syekh Imran perlu menulis buku khusus tentang metodologi membaca dan mempelajari Alquran, agar dengannya kapasitas berfikir rasional dan intuitif diintegrasikan. 

Agar bisa menguasai dunia dan mewujudkan cita-citanya menyatukan dunia dalam sebuah "Tatatan Baru", _The New World Order, Novus Ordo Seclorum,_ dajjal harus menunggangi dan meyakinkan Zionis Yanudi bahwa dialah penyelamat dunia yang asli, padahal sebenarnya palsu, _al-masih ad-dajjal,_ karena penyelamat asli adalah Nabi Isa Al-Masih.

Baca Juga: 2 Tahun Pimpin Mengaji Online, Bupati Sumedang Bikin Kejutan

Maka bila kita hanya mampu melihat realitas dunia dengan sebelah mata, itulah yang dajjal inginkan, sebagian misinya telah berhasil.

Orang dengan "model sebelah mata" inilah yang akan mudah terkecoh dan mengikuti seruan palsunya. 

Sebaliknya, ketika kelak penyelamat yang asli datang, mereka akan menjadi kelompok yang paling keras menentang kehadirannya.

Bagaimanakah pemahaman yang benar tentang kandungan sepuluh Ayat pertama/terakhir bisa berfungsi untuk menangkal fitnah dajjal, sang pembohong besar? 

(Bersambung)

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB

Epistemologi Surat Al-Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 06:16 WIB

Kontradiksi Pluralisme Agama

Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB

Keutamaan Salat Jum'at

Jumat, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
X