• Rabu, 8 Desember 2021

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

- Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB
Maman Supriatman (TiNewss)
Maman Supriatman (TiNewss)

Refleksi

Berbeda dengan Surat Al-Kahfi secara utuh yang cukup dibaca seminggu sekali, 10 Ayat pertama/terakhir Surat Al-Kahfi tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan, tapi harus dipelajari. 

Dengan kata lain, 10 Ayat pertama/terakhir dari Surat Al-Kahfi mengandung khazanah ilmu pada dimensi rasional, karena harus dipelajari dan dimengerti. Sedangkan pembacaan Surat Al-Kahfi pada setiap hari/malam Jumat, mengandung khazanah samudera pengetahuan intuitif.

Itu sebabnya Syekh Imran perlu menulis buku khusus tentang metodologi membaca dan mempelajari Alquran, agar dengannya kapasitas berfikir rasional dan intuitif diintegrasikan. 

Agar bisa menguasai dunia dan mewujudkan cita-citanya menyatukan dunia dalam sebuah "Tatatan Baru", _The New World Order, Novus Ordo Seclorum,_ dajjal harus menunggangi dan meyakinkan Zionis Yanudi bahwa dialah penyelamat dunia yang asli, padahal sebenarnya palsu, _al-masih ad-dajjal,_ karena penyelamat asli adalah Nabi Isa Al-Masih.

Baca Juga: 2 Tahun Pimpin Mengaji Online, Bupati Sumedang Bikin Kejutan

Maka bila kita hanya mampu melihat realitas dunia dengan sebelah mata, itulah yang dajjal inginkan, sebagian misinya telah berhasil.

Orang dengan "model sebelah mata" inilah yang akan mudah terkecoh dan mengikuti seruan palsunya. 

Sebaliknya, ketika kelak penyelamat yang asli datang, mereka akan menjadi kelompok yang paling keras menentang kehadirannya.

Bagaimanakah pemahaman yang benar tentang kandungan sepuluh Ayat pertama/terakhir bisa berfungsi untuk menangkal fitnah dajjal, sang pembohong besar? 

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB

Epistemologi Surat Al-Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 06:16 WIB

Kontradiksi Pluralisme Agama

Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB

Keutamaan Salat Jum'at

Jumat, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
X