• Kamis, 9 Desember 2021

Kontradiksi Pluralisme Agama

- Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB
Maman Supraitman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)
Maman Supraitman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)

 

Pluralisme agama adalah sebuah konsep yang mempunyai makna luas, berkaitan dengan penerimaan terhadap agama-agama yang berbeda, dan dipergunakan dalam cara yang berbeda pula. 

Pluralisme Agama sebagai sinonim bagi pluralisme kebenaran, kadang sinonim bagi toleransi beragama, adalah sebuah pandangan dunia yang menyatakan bahwa agama seseorang bukanlah sumber satu-satunya yang eksklusif bagi kebenaran, dan dengan demikian di dalam agama-agama lain pun dapat ditemukan, setidak-tidaknya, suatu kebenaran dan nilai-nilai yang benar.

Konsekwensi logis dari penerimaan atas konsep bahwa dua atau lebih agama yang sama-sama memiliki klaim kebenaran yang eksklusif sama-sama sahih, maka pandangan ini  menekankan pada aspek-aspek bersama yang terdapat dalam agama-agama, dan bukan pada perbedaan fundamental yang menyebabkan keberadaan agama-agama yang berbeda itu. 

 

Baca Juga: Vaksinasi Nasional Dosis Kedua Mencapai 40 Persen Populasi, Lampaui Target WHO

 

Dengan demikian penganut pluralisme agama telah mengabaikan fakta (sejarah dan logika kebenaran), bahwa bila di antara agama-agama itu tidak memiliki perbedaan distingtif, maka tidak perlu ada berbagai agama. Ini kontradiksi pertama. 

Dalam pandangan Islam, sikap menghargai dan toleran kepada pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan, sebagai bagian dari keberagaman (pluralitas, plurality). 

Namun anggapan bahwa semua agama adalah sama (pluralisme), tidak diperkenankan.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB

Epistemologi Surat Al-Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 06:16 WIB

Kontradiksi Pluralisme Agama

Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB

Keutamaan Salat Jum'at

Jumat, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
X