• Sabtu, 22 Januari 2022

Semua Agama adalah Buatan Tuhan (Metodologi Pembacaan Al Qur'an Bagian ke-3, seri Eskatologi Islam)

- Minggu, 14 November 2021 | 08:21 WIB
Maman Supraitman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)
Maman Supraitman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)

 

Analisis Perbandingan

Isi kuliah Buya Syakur pada subjek ini, sebagaimana telah dinukil pada Bagian 1 artikel ini, dimulai dengan pernyataan bahwa banyak Ayat dalam Alquran yang mengatakan, karena semua agama buatan Tuhan, maka pada akhirnya Tuhanlah nanti di Hari Kiamat yang akan menentukan siapa yang akan selamat, bukan sekarang dan bukan manusia yang menentukan.

Pendapat ini didasarkan atas Surat Al-Hajj Ayat 17:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-in orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu."

 

Baca Juga: Wisata Pangandaran Menggeliat Pasca Pandemi Covid-19, Wisatawan Mulai Abai Prokes

 

Pada Ayat itu terdapat kalimat, "...Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat." Kalimat inilah yang dikutip Buya Syakur dari Ayat itu.

Sebelumnya, beliau mengatakan ada banyak Ayat (yang paralel dengan Surat Al-Hajj Ayat 17 itu). Agaknya yang dimaksud adalah Surat Al-Baqarah Ayat 62 dan Surat  Al-Maidah Ayat 69.

Pada Surat Al-Baqarah Ayat 62 redaksinya adalah:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi'in, siapa saja (di antara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati."

Sedangkan redaksi pada Surat Al-Maidah Ayat 69 adalah:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, Sabi'in, dan orang-orang Nasrani, barang siapa beriman kepada Allah, kepada hari kemudian, dan berbuat kebajikan, maka tidak ada rasa khawatir padanya dan mereka tidak bersedih hati."

 

Baca Juga: Puluhan Raja dan Sultan Tidak Bertanggungjawab Terhadap Deklasari Sumedang

 

Jadi yang dimaksud "banyak Ayat..." oleh Buya Syakur adalah tiga ayat di atas yang maknanya paralel. Buya Syakur tidak merujuk kepada Ayat lain untuk menjelaskan subjek ini.

Berbeda dengan Buya Syakur, Gus Baha selain merujuk kepada Ayat yang dirujuk Buya Syakur, juga merujuk ke banyak ayat lain yang isinya memiliki kandungan yang relevan untuk menjelaskan subjek ini.

Menurut Gus Baha, Alquran memiliki banyak ungkapan dalam mengidentifikasi kaum Yahudi dan Nasrani. 

Tentang kaum Yahudi ada dua jenis identifikasi dalam Alquran. 

Pertama, kaum Yahudi secara genetik, yaitu semua keturunan Yahuda bin Yakub bin Ishak bin Ibrahim. Di antara mereka ada orang-orang yang baik. Kepada mereka inilah ketiga Ayat itu ditujukan, dan bukan kepada seluruh kaum Yahudi. 

Kedua, kaum Yahudi yang anti dan menentang kerasulan Muhammad SAW. Mereka inilah yang kemudian menjadi gerakan Zionis, dan yang sejak tahun 1948 menjadi Negara Israel. Kepada mereka inilah Surat Al-Maidah Ayat 82 ditujukan:

لَـتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّا سِ عَدَاوَةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَا لَّذِيْنَ اَشْرَكُوْا ۚ وَلَـتَجِدَنَّ اَ قْرَبَهُمْ مَّوَدَّةً لِّـلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّا نَصٰرٰى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّ مِنْهُمْ قِسِّيْسِيْنَ وَرُهْبَا نًا وَّاَنَّهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ

"Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani." Yang demikian itu karena di antara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri."

Ayat ini dengan sangat tegas menyatakan "Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik."

 

Baca Juga: Deklarasi Sumedang, 7 Titah Raja dan Sultan Nusantara

 

Bagaimana mungkin, kaum yang telah Allah Sendiri tegaskan sangat keras permusuhannya terhadap orang-orang beriman, memiliki kesetaraan hak untuk masuk surga?

Demikian pula deskripsi tentang kaum Nasrani dalam Alquran terbagi dua kelompok:

Pertama, menunjuk kepada kaum yang menolong Nabi Isa AS, yang pada masa itu disebut _al-hawariyyun_. Saat ini mereka adalah Kristen Ortodoks yang berpusat di Rusia.

Mereka itulah yang dimaksud Alquran dalam Surat Al-Maidah Ayat 82:

"...Dan pasti akan kamu dapati orang-orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yang berkata, Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani..."

Kedua, adalah kaum Nasrani yang menganut Trinitas. Mereka inilah yang disebutkan dalam Surat Al-Maidah Ayat 73:

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ

"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih."

 

Baca Juga: Gelombang Ketiga COVID-19 Mengancam, Bagaimana dengan Sumedang ?

 

Sangat jelas, bahwa Allah Sendiri yang telah memutuskan bahwa mereka akan ditimpa azab yang pedih.

Gus Baha juga membahas Ayat-ayat tentang Ahli Kitab yang banyak sekali disebutkan dalam Alquran. 

Istilah ini ditemukan dalam sembilan Surat dan disebut sebanyak 31 kali.

(https://an-nur.ac.id/ahli-kitab-dalam-al-quran/). 

Dalam Surat Ali Imran Ayat 199 disebutkan, bahwa di antara Ahli Kitab ada orang-orang yang beriman:

"Dan sesungguhnya di antara Ahli Kitab ada yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka orang-orang yang berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga yang murah. Mereka mendapatkan pahala di sisi Tuhan mereka. Sungguh Allah sangat cepat perhitungannyaNya."

Namun Alquran juga menegaskan bahwa kebanyakan Ahli Kitab termasuk orang-orang fasik:

وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ

"Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."

(QS. Ali Imran: 110).

 

Baca Juga: Setelah Xavi Hernandez, Kini Dani Alves Kembali Ke Barcelona

 

Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa baik kaum Yahudi maupun Nasrani terbagi dua golongan, yaitu mereka yang beriman kepada Allah dengan sejumlah ciri yang disebutkan dalam Surat Ali Imran Ayat 199; dan mereka yang tidak beriman atau menentang keimanan, dengan ciri-ciri yang bisa disimpulkan secara _mafhum mukhalafah_ atau kebalikan dari kelompok pertama.

Boleh jadi, apa yang dimaksud Buya Syakur bahwa Allah akan memutuskan kelak di Hari Kiamat siapa yang akan selamat, adalah mereka yang termasuk kelompok pertama, yang ciri-cirinya dirinci pada Surat Ali Imran Ayat 199 di atas, dan tidak berlaku bagi semua kelompok. 

Seluruh Ayat Alquran yang dirujuk Gus Baha dalam subjek ini, bagaikan gugusan bintang yang memiliki struktur dan pola tertentu, sebagai panduan dalam mengidentifikasi berbagai kelompok agama, serta kelompok mana yang akan selamat. 

Bila nyatanya terdapat banyak bintang di langit, dan kita membutuhkan panduan navigasi berlayar agar selamat sampai tujuan, lalu kenapa berpatokan hanya kepada satu-dua bintang?

(Bersambung) 

Halaman:
1
2
3
4
5
6
7

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X