• Kamis, 9 Desember 2021

Bencana Belum Disadari sebagai Bencana (Metodologi Pembacaan Al Qur'an bagian ke-1, seri Eskatologi Islam)

- Senin, 8 November 2021 | 22:07 WIB
Maman Supraitman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)
Maman Supraitman, Penulis Buku Kosmologi Islam. (TiNewss)

Metodologi pembacaan Alquran yang ditawarkan Syekh Imran terkait dengan konsep waktu dalam Islam, yang telah jauh melenceng dan merupakan bagian dari fitnah akhir zaman, dan karenanya berada dalam wilayah kajian Eskatologi Islam. 

Sependek pengetahuan penulis, metodologi yang ditawarkannya belum pernah ada yang merumuskan sebelumnya. Meskipun Syekh Imran sendiri mengatakan bahwa beliau hanya meneruskan gurunya, Syekh Muhammad Fazlurrahman Al-Anshari, namun baru dirumuskan sebagai sebuah metodologi secara utuh oleh Syekh Imran. 

Hasil ijtihadnya yang penting ini belum diapresiasi secara semestinya dalam  diskursus pemikiran Islam di Indonesia.

 

Baca Juga: Gatot Mangkoepraja, Pahlawan Nasional Asal Sumedang Yang Dimakamkan di Bandung

 

Diskursus pemikiran Islam Indonesia saat ini penuh sesak dengan gagasan-gagasan aneh yang mengadu domba, dan telah mengaburkan atau menggeser prioritas tentang apa yang penting harus didiskusikan dan mana yang tidak perlu; mana yang mendatangkan maslahat dan mana yang bisa mengundang bencana umat.

Akibatnya, terjadi anomali dan dekadensi intelektual yang makin akut; sebuah bencana intelektual. 

Namun yang lebih berbahaya adalah, ketika bencana ini tidak atau belum disadari sebagai sebagai bencana

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB

Epistemologi Surat Al-Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 06:16 WIB

Kontradiksi Pluralisme Agama

Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB

Keutamaan Salat Jum'at

Jumat, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
X