• Minggu, 28 November 2021

Bagaimana Menurut Islam, Shaf Sholat Social Distancing?

- Minggu, 31 Mei 2020 | 08:06 WIB
KH Muhammad Shiddiq Al Jawi
KH Muhammad Shiddiq Al Jawi

Sumedang, TiNewss.com - Sholat berjamaah di masjid-masjid dengan adanya jarak-jarak (social distancing) di antara orang yang sholat dalam shaf (barisan) karena takut tertular penyakit atau wabah. Lebih afdhol daripada penutupan masjid-masjid. Meninggalkan merapatkan shaf, karena adanya udzur yaitu khawatir akan ancaman Covid-19 seperti sekarang ini.

Hal ini disampaikan KH. Muhammad Shiddiq Al Jawi, dalam broadcast melalui Group Whatsapp (31/5/2020).


"Pendapat yang rajih (lebih kuat), meluruskan dan merapatkan shaf dalam sholat berjamaah itu hukumnya sunnah, tidak wajib," jelas KH Shiddiq dalam kesimpulan pertama atas tulisannya.

KH Shiddiq, juga berkesimpulan boleh hukumnya mengatur shaf sholat dengan adanya jarak (social distancing) dalam sholat jamaah di masjid-masjid, karena ada udzur, yaitu khawatir akan ancaman Covid-19 seperti sekarang ini.

Sebagaimana diketahui, bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang sudah melakukan 'pemukulan Gong' untuk memberhentikan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan melanjutkan dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB Sumedang).

Sebagaimana disampaikan Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir, bahwa pelaksanaan AKB di Sumedang adalah untuk memaksimalkan ikhtiar dalam rangka melanjutkan kegiatan masyarakat ditengah pandemi untuk tetap produktif, aman dari covid, dan tetap menggunakan protokol kesehatan.

Kegiatan perdana pada 2 Juni, akan dimulai dibuka kembali Masjid dan tempat beribadah lainnya, yang selama ini di tutup untuk mengindari dan mencegah penyebaran Corona.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Terkini

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB

Epistemologi Surat Al-Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 06:16 WIB

Kontradiksi Pluralisme Agama

Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB

Keutamaan Salat Jum'at

Jumat, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
X