• Rabu, 19 Januari 2022

Kosmologi Islam (68) Lanjutan

- Rabu, 6 Mei 2020 | 06:00 WIB
Kosmologi Islam
Kosmologi Islam

BANGSA RUM DAN FENOMENA POLITIK AMERIKA


Pertanyaan berikutnya, siapakah yang akan diperangi koalisi umat Islam-bangsa Rum? Jika memperhatikan dua blok dunia saat ini, yaitu blok Eropa-Amerika dan blok China-Rusia, dapat disimpulkan bahwa yang akan diperangi oleh koalisi umat Islam- bangsa Rum adalah koalisi China-Rusia. Apalagi, dalam gejolak Suriah sangat jelas benturan dua blok ini. Alasan lainnya, saat ini hanya koalisi NATO (Amerika/Eropa) yang memiliki jumlah bendera terbanyak dibandingkan dengan koalasi Rusia-China.



Jadi, pernyataan hadits “…dimana mereka akan bersatu menghadapi kalian di bawah 80 bendera”, hanya memungkinkan tergabung dalam blok NATO. Jelas bahwa koalisi Rusia-China bukanlah Rum.



Oleh sebab itu, peristiwa Amerika yang meninggalkan Israel dalam sidang DK PBB terkait tanah pemukiman Palestina yang dicaplok Israel, bisa jadi akan menjadi awal ke arah terbangunnya koalisi umat Islam-bangsa Rum sebagaimana dijelaskan dalam Hadits di atas.



Mungkinkah terdapat kemungkinan di bawah Donald Trump, Amerika akan lebih mempertimbangkan untuk melihat dunia Islam dalam perspektif Turki sebagai suatu Negara Muslim, sebagaimana dijelaskan seorang Jenderal Amerika yang menjadi penasihat militer Trump beberapa waktu lalu?



Itu artinya, dalam gejolak Suriah, umat Islam akan berkoalisi dengan Rum dalam memerangi koalisi Rusia-Iran-China dimana umat Islam akan memenangkan pertempuran tersebut. Lalu Rum berkhianat, maka kembali terjadi peperangan antara umat Islam dengan bangsa Rum, dan umat Islam akan kembali menang.

Refleksi


Pada abad ke-7 Masehi, bangsa Rum/Kekaisaran Byzantium Kristen mengalami kekalahan dari bangsa Persia. Akibatnya, Byzantium pun kehilangan Yerusalem. Tak ada yang percaya bahwa Byzantium akan bangkit dari kekalahannya.



Namun, pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun dari kekalahan Byzantium itu, turun wahyu kepada Nabi Muhammad SAW yang mengabarkan bahwa Byzantium akan kembali meraih kemanangan. Firman Allah itu tercantum dalam surah Ar-Rum ayat 2-4 yang sudah dikutip di atas.



Pada zaman itu, kaum kafir menertawakan firman Allah itu. karena bagi mereka, sangat mustahil Byzantium dalam waktu dekat akan bangkit menang. Betapa tidak. Byzantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali.



Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Byzantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel.



Kaisar Byzantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Byzantium, diserbu oleh bangsa Persia.

Halaman:

Editor: Maman Supriatman

Tags

Terkini

Epistemologi Majma Al Bahrain (bagian ke-3)

Selasa, 14 Desember 2021 | 23:41 WIB
X