• Kamis, 9 Desember 2021

Kosmologi Islam

- Jumat, 31 Januari 2020 | 05:30 WIB
Kosmologi Islam
Kosmologi Islam


Pengantar









Karena itu tidak ada seorang pun yang bisa melakukannya sendirian. Kebutuhan akan kajian kosmologi yang komprehensip sekaligus detil. Tidak bisa tidak akan melibatkan berbagai temuan yang relevan dari berbagai disiplin ilmu terkait. Bahkan harus melibatkan filsafat dan tasawuf. Dan tentu saja yang lebih penting adalah kedua sumber otentik Islamic Studies, yaitu al-Qur'an dan Hadits.





Kematian metafisika, seiring dengan dominasi materialisme, telah berimplikasi terhadap kehampaan dalam berbagai aspek kehidupan. Maka tidak bisa tidak solusinya adalah menghidupkan kembali kajian metafisika. Khususnya kosmologi, karena kehampaan kehidupan modern bermula dari hilangnya pandangan hidup (world-view) yang komprehensif. Pandangan hidup materialisme yang melihat dunia hanya dengan sebelah mata sehingga yang tampak pada mereka hanya aspek materialnya saja.





Menurut Islam, alam semesta adalah segala sesuatu selain Allah. Dengan kata lain, alam semesta mencakup seluruh Ciptaan Allah. Dan karena manusia adalah CiptaanNya yang paling mulia sehingga diberi tugas sebagai khalifahNya. Maka kosmologi Islam tidak berhenti pada pengenalan tentang alam semesta (kosmos), melainkan pengenalannya terhadap kosmos itu merupakan sarana untuk mengenalNya. Manusia bisa mengenal Allah lewat CiptaanNya. Tetapi bisa juga sebaliknya, manusia bisa mengenal CiptaanNya lewat atau karena IlmuNya. Maka menurut sebuah hadits qudsi, Allah menciptakan makhlukNya karena Dia ingin dikenal.





Tentang Kosmologi-Islam">Kosmologi Islam





Dengan demikian, bagian terpenting dari Kosmologi-Islam">Kosmologi Islam justru terletak pada kajian tentang posisi manusia di alam semesta.





Pengenalan pertama, dalam kategori ilmu al-Ghazali, disebut ilmu hushuli (ilmu yang dihasilkan lewat proses belajar biasa). Yang kedua disebut ilmu hudluri (ilmu yang dihadirkan atau diberikan oleh Allah langsung kepada siapa saja yang dikehendakiNya, yaitu mereka yang maqam hati dan jiwanya sudah kompatibel untuk menerima limpahan Cahaya ilmuNya).

Halaman:

Editor: Maman Supriatman

Tags

Terkini

Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal

Rabu, 24 November 2021 | 06:58 WIB

Epistemologi Surat Al-Kahfi

Jumat, 19 November 2021 | 06:16 WIB

Kontradiksi Pluralisme Agama

Kamis, 18 November 2021 | 06:04 WIB

Keutamaan Salat Jum'at

Jumat, 18 Juni 2021 | 12:00 WIB
X