TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Kosmologi Islam (53)

ALAM RUH

Sebelum manusia dilahirkan ke dunia, Allah telah mengambil kesaksian dari setiap jiwa atau ruh manusia. Hal ini ditegaskan dalam ayat berikut:

“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?” (QS. Al-Insaan, 76: 1).

Terjemahan makna atau isi kandungan Surat al-Insan Ayat 1 adalah: “Telah berlalu waktu yang panjang atas manusia sebelum ruh ditiupkan padanya, di mana saat itu dia bukan merupakan sesuatu apa pun yang dapat disebut, dan tidak diketahui jejaknya.”

Ayat berikut menginformasikan adanya ikatan perjanjian itu serta alasan mengapa dan untuk tujuan apa Allah mengadakan perjanjian dengan seluruh jiwa:

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka, (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar pada hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keEsaan Tuhan).” (QS. Al A’raaf, 7: 172).

Berkaitan dengan ayat ini, Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits: “Ketika Allah menciptakan Adam, Dia mengusap punggungnya, maka dari punggung itu setiap ruh yang menyerupai biji atom berjatuhan, yang Dia (Allah) adalah penciptanya sejak itu sampai hari kiamat kelak.” (HR. Tirmidzi).

Dari Ubay bin Ka’ab ia mengatakan: “Mereka (ruh tersebut) dikumpulkan, lalu dijadikan berpasang-pasangan, baru kemudian mereka dibentuk. Setelah itu mereka pun diajak berbicara, lalu diambil dari mereka janji dan kesaksian: “Bukankah Aku Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Benar”. Sesungguhnya Aku akan mempersaksikan langit tujuh tingkat dan bumi tujuh tingkat untuk menjadi saksi terhadap kalian, serta menjadikan nenek moyang kalian, Adam sebagai saksi, agar kalian tidak mengatakan pada hari kiamat kelak: “Kami tidak pernah berjanji mengenai hal itu.”

Ketahuilah bahwasanya tiada Tuhan selain Aku semata, tidak ada Rabb selain diriKU, dan janganlah sekali-kali kalian mempersekutukanKU. Sesungguhnya Aku akan mengutus kepada kalian para RasulKU yang akan mengingatkan kalian perjanjianKU itu. Selain itu Aku juga akan menurunkan kitab-kitabKU”. Maka mereka pun berkata: “Kami bersaksi bahwa Engkau adalah Tuhan kami, tidak ada Tuhan bagi kami selain hanya Engkau semata.”

Dengan demikian mereka telah mengakui hal tersebut. Kemudian Adam diangkat di hadapan mereka dan ia (Adam) pun melihat kepada mereka, lalu ia melihat orang yang kaya dan orang yang miskin, ada yang bagus dan ada juga yang sebaliknya. Lalu Adam berkata: “Ya Tuhanku, seandainya Engkau menyamakan di antara hamba-hambaMU itu.” Allah menjawab: “Sesungguhnya Aku sangat suka untuk Aku disyukuri.” Dan Adam melihat para Nabi di antara mereka seperti pelita yang memancarkan cahaya pada mereka.” (HR. Ahmad).

Inilah peristiwa yang terjadi di Alam ruh, dimana setiap jiwa telah diambil kesaksian dan melakukan perjanjian dengan Allah SWT, dengan Nabi Adam dan penduduk langit sebagai saksi.

Secara fitrah kita memang lupa akan perjanjian itu, karena itu Allah mengingatkan sesuai dengan hadits di atas: “Sesungguhnya Aku (Allah) akan mengutus kepada kalian para RasulKU yang akan mengingatkan kalian perjanjian KU itu…”

Dan dinyatakan juga dalam Alquran: “Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah padahal Rasul menyeru kamu supaya kamu beriman kepada Tuhanmu. Dan sesungguhnya Dia (Allah) telah mengambil perjanjianmu, jika kamu adalah orang-orang yang beriman.” (QS. Al Hadiid, 57: 8).

Karena itu, sesungguhnya tidak ada satu jiwa pun yang lahir ke dunia ini, kecuali Allah telah mengambil perjanjian dan kesaksian mereka ketika di alam ruh, bahwa Allah adalah Rabb mereka, dan Allah melakukan hal ini untuk mengujinya dalam kehidupan dunia, agar pada hari akhirat nanti tidak ada satu pun manusia yang akan mengingkari tentang keEsaan Allah, atau agar tidak ada alasan manusia untuk mengatakan bahwa mereka mengikuti agama dari bapak dan nenek moyang mereka, sehingga mereka hidup di dunia dengan menyekutukan Allah.”

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang memegang teguh perjanjian tersebut.

Sumber:

https://khazanah.republika.co.id/berita/m5w254/alam-ruh-sebelum-titik-nol

https://tafsirweb.com/11729-surat-al-insan-ayat-1.html

PENULIS

Maman Supriatman, lahir di Kawali, Ciamis pada 25 Agustus 1958. Dosen Filsafat dan Manajemen Pendidikan pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (2016-sekarang; sebelumnya dosen pada Jurusan PAI sejak 1983-2016) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon.

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares