TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Ketua BPC PHRI Sumedang Mendukung Pembangunan Menara Kujang Sapasang

TiNewss.com – Terkait polemik pro kontra pembangunan Menara Kujang Sapasang dan mesjid di Jatigede kini menjadi sorotan ketua BPC Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Sumedang. PHRI turut mendukung pembangunan tersebut.

Demikian ungkap H. Nana Mulyana, Ketua PHRI Sumedang menanggapi rencana pembangunan Menara Kujang Sapasang dan Mesjid Al Kamil di Jatigede. Menurutnya, pembangunan ini bisa memulihkan perekonomian di masa pandemi.

“Melihat dampak adanya COVID-19 yang mengakibatkan sektor pariwisata lebih dahulu terpukul, terbukti dari tingkat kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” katanya, di Sumedang, Sabtu, (25/5/21).

Menurut Nana tingkat okupansi hotel dan rumah makan di Sumedang dimasa pandemi COVID-19 saat ini turun drastis.

“Sekarang sudah berkurang bahkan sudah tidak ada, tingkat okupansi hotel dibawah 20%, rumah makan banyak yang tutup karena pembeli berkurang. Ini dampak pandemi tersebut,” tambahnya.

Beliau juga menyampaikan meskipun demikian di Sumedang sendiri belum ada hotel yang akan di jual tetapi hampir semuanya omsetnya menurun.

“Banyak karyawan yang di PHK dan gaji yang belum di bayar, tetapi perlu di ketahui kelak setelah vaksinasi selesai serta COVID-19 berkurang maka sektor pariwisata yang akan lebih dahulu bangkit,” tegasnya.

Sehingga adanya proyek menara dan mesjid di Jatigede tidak hanya menjadi icon Sumedang tetapi menjadi entry point bagi kebangkitan wisata di kabupaten Sumedang

Terlihat pada giliranya bila terbangun akan mensejahterakan masyarakat, ketika sektor pariwisata bangkit maka sektor ekonomi lainya akan mengikuti karena multi player efek dari pariwisata sangat besar.

Namun hanya saja yang perlu di perhatikan beberapa hal seperti :

  1. Kita harus merubah mind set bahwa adanya COVID-19 telah menjadikan kebiasaan baru dalam tatanan kehidupan sehingga pola hidup sehat wajib hukumnya untuk di jalankan terutama dengan 5 M.
  2. Adanya skala prioritas dan dukungan kebijakan terkait dengn pariwisata, seperti pembangunan inprastruktur serta regulasi lainya yang lebih pro terhadap pariwisata serta ramah investasi.
  3. Bagi masyarakat sendiri sangat penting untuk memahami apa itu sadar wisata, maka sudah menjadi tugas kita bersama untuk saling mengingatkan dan melakukan pembinaan kepada masyarakat.

Terakhir beliau mengatakan tinggal hitungan bulan akses tol Cisumdawu akan di buka, maka Kekhawatiran Sumedang akan mati, bisa terbantahkan dengsn dibangunya kedua proyek tersbut karena Sumedang akan menjadi solusi bukan lagi alternatif bagi wisatawan yang datang ke jawa barat,” pungkasnya.

Nana berpesan semoga terwujud pembangunan menara kujang sapasang dan masjid di Jatigede untuk menjadikan Sumedang kabupaten pariwisata. (Adhi SH)***