Kartu Tani, Hari Tani Dan Kesejahteraan Petani

Penyebaran Kartu Tani membuat sebagian daerah dilanda kericuhan. Betapa tidak, program yang sedianya diperuntukkan untuk kemudahan petani dalam membeli pupuk, ternyata tidak mudah untuk memperolehnya, bahwa masih banyak yang belum memiliki Kartu Tani. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani dan juga bagi pemerintah agar penyebaran dan pembagian Kartu Tani tepat sasaran.

Proses penentuan penerima Kartu Tani hendaknya benar-benar menggunakan data yang valid dan jelas-jelas petani. Definisi petaninya juga harus jelas, apakah petani yang memiliki sawah, apakah petani yang hanya menggarap atau petani yang hanya sebagai buruh tani. Tentu definisi ini akan membantu memudahkan pemberian Kartu Tani. Sehingga bila prosesnya ini baik akan benar-benar memberikan keadilan dalam pemberian pupuk subsidi.

Dengan pemberian subsidi pupuk, diharapkan akan memberikan manfaat efek lanjut yang besar bagi masyarakat pada umumnya. Karena bisa jadi akan membantu harga gabah dan harga beras terkendali. Ini pentingnya subsidi pupuk tepat sasaran.

Seyogyanya pemberian Kartu Tani tahun ini makin menyebar dan makin tepat sasaran terutama dalam Hari Tani tahun ini yang jatuh tanggal 24 September 2020. Namun apa daya, penyebarannya masih belum merata. Walau demikian, pemerintah masih menyediakan pupuk subsidi bagi petani yang belum memiliki Kartu Tani. Hanya tentu ada proses.

Hari Tani

Hari Tani yang selalu diperingati tanpa hingar bingar ini dan tanpa upacara tidak memiliki greget dan dampak bagi petani. Harusnya dengan hari Tani ada perubahan signifikan dalam kehidupan petani. Ini malah makin susah dan menyulitkan petani.

Coba saja tengok petani di desa! Bukan hanya harga pupuk yang mahal, para buruh tani yang sulit di dapat akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan petani. Belum lagi harga gabah yang murah di saat musim panen. Ini tentu harus menjadi perhatian berbagai pihak. Bukan hanya penetapan hari taninya saja, melainkan ada upaya nyata untuk menaikan kesejahteraan petani.

Petani memang tidak ada yang demo, organisasi tani saja tidak memilki pengaruh signifikan untuk memperjuangkan petani. Mereka hanya butuh petani untuk politik. Oleh karena mulai berhentilah mengeksploitasi petani untuk kebutuhan politik. Kini saatnya berjuang memberikan kesejahteraan bagi petani.

Menjadi petani bukan pilihan. Tetapi menjadi petani adalah takdir yang harus dilalui. Dan menjadi petani zaman ini makin menyulitkan. Proses bertaninya membutuhkan anggaran yang mahal, susahnya mencari buruh tani, sedangkan harga gabahnya tidak seimbang dengan harga-harga kebutuhan sehari-hari untuk kehidupan.

Bila petani ingin memberikan pendidikan anaknya kuliah, akan membuat berat petani. Harga satu kwintal padi yang dijual, hanya berapa hari bisa dipakai anaknya sekolah di kota. Belum lagi harus membayar semua kebutuhan lain, uang kuliah misalnya.

Oleh karena itu, sudah saatnya perhatian penuh untuk kesejahteraan petani dilakukan. Kartu Tani mudah didapat, harga gabah menjanjikan, anak petani dimudahkan dalam memperoleh pendidikan dan hari tani diperingati bukan hanya di kalender tetapi memberikan kesejahteraan bagi petani. Semoga!***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 30
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    30
    Shares
%d blogger menyukai ini: