• Jumat, 12 Agustus 2022

Azan adalah Seruan Ilahi, Biarkan Ia Bergema di Seluruh Penjuru Negeri

- Jumat, 4 Maret 2022 | 09:59 WIB
Suara Azan adalah seruan Illahi (Siti Susanti)
Suara Azan adalah seruan Illahi (Siti Susanti)

Baca Juga: Sampaikan Klarifikasi, Kemenag RI Luruskan Penyataan Yaqut Yang Membandingkan suara Azan dengan suara Anjing

Dalam lantunan azan, terkumpul banyak hal. Selain ia adalah panggilan salat, nilai-nilai spiritual terkandung di sana. Malah kadang terjadi, azan menjadi jalan tertunjuki hati untuk masuk ke dalam agama Islam.

Di dalam buku Fikih Sunnah karya Sayyid Sabiq dituliskan, Imam Qurthubi mengatakan, “Walau kalimat-kalimatnya tidak banyak, tapi azan mengandung perkara akidah, karena ia dimulai dengan takbir dan memuat tentang kemahabesaran Allah dan kesempurnaan-Nya. Kemudian diiringi dengan tauhid dan larangan menyekutukan-Nya, lalu menetapkan kerasulan Muhammad saw serta seruan untuk patuh dan taat sebagai konsekuensi pengakuan risalah karena ia tidak mungkin dikenal kecuali dengan tuntunan Rasul. Setelah itu diserukan kemenangan, yakni kebahagiaan yang kekal abadi bahwa terdapat isyarat mengenai kampung akhirat, kemudian beberapa kalimat diulang sebagai penegasan dan untuk menguatkan.

Jika menilik dalil syariat, banyak keutamaan azan, diantaranya sabda Rasulullah SAW,
“Seandainya orang-orang mengetahui pahala yang terkandung pada azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mungkin mendapatkannya kecuali dengan cara mengadakan undian atasnya, niscaya mereka akan melakukan undian.” (HR Bukhari dan Muslim)

azBaca Juga: Viral Tagar Tangkap Yaqut, Bandingkan suara Azan dengan Suara Anjing, Polisikan Yaqut!

Dalam hadits lain disebutkan, disana diampuni dosa oleh Allah SWT sejauh mana azan terdengar, sebagaimana hadist Rasulullah saw.,
“Muazin diampuni sejauh jangkauan azannya. Seluruh benda yang basah maupun yang kering yang mendengar azannya memohonkan ampunan untuknya.” (HR Ahmad)

Begitu dalamnya makna azan, sampai-. sampai muazin Rasulullah yaitu Bilal bin Rabbah tak kuasa melantunkannya sepeninggal beliau SAW. Beliau berhenti saat melafazkan nama Rasul dalam azan.

Begitulah, seharusnya setiap mukmin, merindu dan menanti suara azan, dan menyambut panggilan tersebut dengan bersegera menunaikan salat.***

Siti Susanti, S.Pd., pengelola Majelis Zikir Assakinah

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Hati-Hati Liburan, Selain Hujan ada Juga Angin Kencang

Sabtu, 26 Februari 2022 | 16:56 WIB

Bentuk dan Arti Marka Jalan Yang Penting Kamu Ketahui!

Sabtu, 26 Februari 2022 | 15:49 WIB

5 Tahapan: Cara membuat Kontak WA Jadi Prioritas

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:30 WIB

Menimbang Urgensitas Pembangunan Jalur Kereta Api

Kamis, 7 Oktober 2021 | 07:53 WIB

Negara Berperan dalam Menjaga Keutuhan Keluarga

Senin, 6 September 2021 | 16:00 WIB

Pernikahan Publik Figur Islami

Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:47 WIB
X