• Kamis, 19 Mei 2022

Efektifkah Belajar Di Rumah Saat Pandemi?

- Kamis, 25 Juni 2020 | 07:50 WIB
IMG_20200510_212622_531
IMG_20200510_212622_531


Dana pendidikan di Indonesia juga sangat minimal, masih mengandalkan partisipasi dan kemandirian masyarakat. Belum lagi saat sampai ke tangan dunia pendidikan, sudah mengalami kebocoran sana-sini

Kurnia Agustini, S.Pd. Guru pada SMA Negeri 1 Sumedang




Pandemi COVID 19 melanda dunia. Tak terkecuali dunia. Maka beragam versi pencegahan dan penanggulangan dampak pandemi ini dilakukan pemerintah di berbagai belahan dunia. Diantaranya adalah merumahkan berbagai aktivitas yang di dalamnya meniscyakan berkumpulnya banyak orang. Pelayanan publik dan aktivitas masyarakat sangat dibatasi, hanya boleh dilakukan terhadap sesuatu yang teramat mendesak. Semua aktivitas diupayakan dapat dilakukan di rumah saja.






Aktivitas semua jenjang pendidikan pun dilakukan di rumah. Guru dan siswa diharapkan melakukan kegiatan belajar-mengajar dari rumah. Memakai metode dan media yang paling memungkinkan dilakukan, agar proses pembelajaran berlangsung. Lalu banyak siswa dan guru memilih gawai dan internet sebagai media pembelajaran, disamping televisi juga menyiarkan program pendidikan. Padahal sebelum ini program pendidikan di televisi pernah kurang diminati.






Masalah baru kemudian muncul. Saat siswa berjam-jam bergelut dengan gawai dan internet. Menyimak dan mengerjakan tugas dari berbagai guru, ternyata tidak semudah dugaan. Siswa yang asalnya sangat suka menggunakan smartphone, mulai kewalahan. Pun guru dilanda kesulitan harus memeriksa tugas online. Belum lagi dana untuk kuota yang digunakan, walaupun ada beberapa fsilitas yang bisa digunakan dengan gratis. Keluhan mulai berdatangan dari siswa, orangtua, dan masyarakat. Bahwa katanya siswa mulai stress dengan tugas. Sementara stress sangat dihindari dalam pembentukan imunitas demi mencegah virus masuk.






Lalu apa yang menjadi masalah dengan belajar di rumah yang membuat siswa stress? Apakah pangkal masalahnya karena tugas yang terlalu banyak dan biaya kuota? Ataukah ada masalah yang lebih krusial di balik hal itu? Bahwa adalah motivasi belajar yang salah, sikap mental yang keliru, metode pembelajaran tidak tepat, dan dana pendidikan yang bukan pada tempatnya….?


Halaman:

Editor: jeanniecarreiro

Tags

Terkini

Hati-Hati Liburan, Selain Hujan ada Juga Angin Kencang

Sabtu, 26 Februari 2022 | 16:56 WIB

Bentuk dan Arti Marka Jalan Yang Penting Kamu Ketahui!

Sabtu, 26 Februari 2022 | 15:49 WIB

5 Tahapan: Cara membuat Kontak WA Jadi Prioritas

Rabu, 12 Januari 2022 | 13:30 WIB

Menimbang Urgensitas Pembangunan Jalur Kereta Api

Kamis, 7 Oktober 2021 | 07:53 WIB

Negara Berperan dalam Menjaga Keutuhan Keluarga

Senin, 6 September 2021 | 16:00 WIB

Pernikahan Publik Figur Islami

Kamis, 19 Agustus 2021 | 17:47 WIB
X