Jakarta, Penyebab Pasien Ke-5 Meninggal Dengan Covid

TiNewss.com – Setelah 4 orang pertama yang meninggal dengan Covid-19 di Sumedang diketahui pernah melakukan perjalanan ke Jakarta. Kini terungkap bahwa pasien ke-5 yang meninggal beberapa waktu lalu, dan terduga Covid-19, pun berawal dari Perjalanan ke Jakarta.

Pasien ke–5 tersebut adalah Ny A (51) tahun, seorang wanita warga Kecamatan Darmaraja. Almarhumah sempat mendapatkan tindakan SWAB Test di Puskesmas Darmaraja setelah pihak Tenaga Medis melihat gejala sakit dan riwayat perjalanan ke Zona Merah (Jakarta).

Pasca melakukan SWAB Test, Almarhumah melakukan isolasi mandiri di rumah, walaupun dengan gejala tanpa di rawat di Rumah Sakit. Ny A, kemudian berpulang. Warga sekitar tidak ada yang berani melakukan pemulasaraan jenazah.

Langkah sigap dan komunikasi intens antara satgas Desa dengan Tim Gugus Tugas Percapatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumedang, telah berhasil melakuan pemulasaraan Jenazah, dengan membawa Jenazah Ny A ke RSUD oleh Tim PSC 119 ke IPJ RSUD Sumedang. Selanjutnya Tim RSUD melakukan pemakaman dengan protokol Covid-19 pada hari yang sama.

Baca Juga : Di Darmaraja terduga Covid-19, Jenazah Dibiarkan Warga

Langkah tepat masyarakat dan tindakan cepat dari pemerintah, perlu mendapatkan apresiasi untuk menghindari penularan Covid-19. Karena bisa jadi, ketika hal tersebut tidak dilakukan, maka bukan tidak mungkin warga akan terkena imbasnya.

Selain langkah tepat tersebut, Pihak RSUD yang mendapat tugas untuk melakukan pemulasaraan Jenazah, patut juga diberikan apresiasi. Mereka tetap melakukan langkah-langkah pemulasaraan jenazah secara layak namun dengan protokol Covid-19. Tidak mudah, dengan resiko tinggi, namun mereka ikhlas.

Ketika Tim Redaksi mengkonfirmasi kepada salah satu petugas, dia menyatakan bahwa ini adalah tugasnya. “Kami sudah ikhlas. Kami bekerja Lillahi ta alla. Bukan kami tidak takut, tapi kalau bukan Kami, siapa yang akan menjalankan fardu kifayah ini,” katanya.

Baca Juga : Bupati Sumedang Himbau Warga Tidak Ke Jakarta

Sayangnya, keluarga pasien yang terkena Covid-19 bahkan terduga Covid-19 dan meninggal. Mendapatkan perlakukan khusus dari para tetangga. Mereka dijauhi, dan tidak sedikit yang merasa terkucilkan. Hal ini, tentu tidak semestinya terjadi.

Covid-19 memang jahat. Tapi memutuskan silaturahmi dengan penderita dan keluarga yang terkena Covid-19, jauh lebih Jahat. Benci Virusnya, jangan benci orangnya. Itu yang semestinya.

Dengan demikian, sebaiknya ada upaya dari Gugus Tugas Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk melakukan:

  1. Melakukan screening terhadap semua Penumpang yang berasal dari kendaraan yang berasal dari Zona Merah (seperti Jakarta), yaitu dari pintu masuk Cielunyi, Tanjungsiang, dan Ujungjaya, atau lainnya.
  2. Melakukan upaya humanis untuk melakukan edukasi kepada warga secara penuh, dan masif agar keluarga terduga covid-19 tetap dapat hidup nyaman berdampingan dengan warga lainnya, agar imun tetap terkendali.
  3. Jika terjadi hal-hal yang mengharuskan warga menjalani isolasi mandiri, maka Pemerintah bertanggungjawab untuk memberikan nutrisi dan makanan selama isolasi dijalankan.
  4. Termasuk Pihak Pemerintah seyogyanya untuk menjadi teladan untuk tidak melakukan perjalanan dinas baik ke Jakarta maupun Kota lain yang zona merah, sehingga terhindar dari Covid-19.

Himbauan Bupati Sumedang untuk menunda perjalanan ke Jakarta dan atau Zona merah lainnya, tentu menjadi langkah tepat dalam upayan pencegahan penularan Covid-19 di Sumedang.

Alasan Ekonomi, seharusnya tidak terjadi. Karena resiko pandemi, bukan hanya membahayakan diri sendiri, namun Keluarga, dan Tetangga serta yang lainnya. Think! (Redaksi TiNewss.com)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 75
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    75
    Shares