Elon Musk dan Nadiem Bincang Serius di UID Bali, Suyoto: UID Kerjasama dengan Green Eco Manufacturer (GEM)

- Senin, 14 November 2022 | 15:35 WIB
Pengusaha asal Amerika Serikat berbincang dengan Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim di UID Bali (TiNewss.Com/dok.UID)
Pengusaha asal Amerika Serikat berbincang dengan Menteri Pendidikan RI Nadiem Makarim di UID Bali (TiNewss.Com/dok.UID)

TiNewss.Com--Pengusaha besar asal Amerika Serikat Elon Musk berbincang serius dengan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nadiem Makarim di  United in Diversity (UID), Senin pagi (14/11) di Kampus UID Bali.

Selepas diskusi tersebut, United in Diveristy (UID) menandatangani kerjasama dengan Green Eco Manufacturer (GEM) untuk mendirikan GEM-UID International Green Technology Research and Development Institute.

Kerjasama tersebut diluncurkan di tengah acara Tri Hita Karana Future Knowledge Summit yang berlangsung UID Bali Campus, di Kura-Kura Bali, Pulau Serangan, Denpasar.

Menurut Suyoto, Vice President UID, penandatanganan MoU antara UID dilakukan pula dengan 8 Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Covid 19 Ngegas, dr Zaidul Akbar Bocorkan Resep Minuman Penambah Imun

"Dibutuhkan blended finance (bauran pembiayaan), kerjasama berbagai pihak mutlak diperlukan. Kesadaran inilah yang mendorong UID bekerja-sama dengan berbagai lembaga global, regional dan lokal serta para ahli dan industri," kata Suyoto.

Lebih lanjut Suyoto mengatakan, MoU antara UID dengan 8 perguruan tinggi di Indonesia, itu melibatkan  Univesitas Islam Malang, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Universitas Hasanudin Makasar, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Politeknik Gajah Tunggal, Universitas Gajah Mada dan Politeknik Negeri Malang. Serta dengan PT Kalbe Farma, Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Centre for Future Knowledge dan Gasing Academy.

Suyoto bersyukur atas ketertarikan universitas, industri dan akademi dalam negeri untuk ikut menandatangani MOU itu. Yang diharapkannya akan melahirkan terobosan inovasi dan teknologi.

"Masalah perubahan cuaca, kualitas kehidupan dan krisis spiritual hanya mungkin diselesaikan dengan kesiapan generasi muda yang lebih baik, dan teknologi baru yang mampu memberi terobosan atas masalah kealaman dan kemanusiaan", ujarnya.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X