• Jumat, 12 Agustus 2022

Inflasi Turki Capai 78 Persen, Perang Rusia Ukraina Salah Satu Penyebabnya

- Kamis, 7 Juli 2022 | 07:44 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah kesempatan. Turki mengalami inlfaasi 78 persen. (Instagram.com.@rterdogan)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah kesempatan. Turki mengalami inlfaasi 78 persen. (Instagram.com.@rterdogan)

TiNewss.com--Turki mengalami inflasi yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan berbagai harga barang mengalami kenaikan. Inflasi rata-rata tahunan menembus 78,62 persen pada bulan Juni. Kenaikan harga paling terasa pada ongkos trasportasi dan harga rumah.

"Peningkatan ongkos transportasi dan harga rumah tergolong yang paling tajam, termasuk akibat perang di Ukraina," seperti ditulis BBC News Indonesia.

Menurut BBC News Indonesia, inflasi sebenarnya telah meningkat sejak tahun 2021, tatkala Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memangkas suku bunga guna mendongkrak ekonomi.

Yang jamak terjadi jika negara-negara lain mengalami kondisi seperti ini adalah suku bunga dinaikkan guna meredam inflasi.

Baca Juga: SDGs jadi sasaran Inovasi Sejumlah Daerah pada Kompetisi Inovasi Kemenpan RB

Namun, Erdogan justru menyebut suku bunga adalah "ibu dan ayah dari semua kejahatan". Dia menggunakan kebijakan tak lazim untuk menurunkan harga, termasuk mengintervensi pasar mata uang asing.

Akibat pemangkasan suku bunga dari 19% ke 14%, nilai tukar Lira Turki anjlok sehingga negara tersebut menanggung biaya lebih mahal ketika mengimpor barang-barang dari luar negeri.

Pada data terkini, sektor transportasi adalah yang paling tinggi kenaikan harganya, sebesar 123% dari tahun lalu.

Kenaikan harga makanan dan minuman non-alkohol berada di tempat kedua dengan kenaikan harga 94%. Peringkat berikutnya ditempati perkakas rumah tangga yang mencapai 81%.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musk kehilangan miliaran dolar dalam sehari

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:40 WIB
X