• Jumat, 12 Agustus 2022

Sri Lanka sekarang menjadi 'Negara Bangkrut', Perdana Menteri: Krisis Ekonomi Hingga 2023

- Rabu, 6 Juli 2022 | 23:37 WIB
Personel keamanan Sri Lanka menjaga stasiun bahan bakar di Kolombo, Sri Lanka.  (Foto: AFP)
Personel keamanan Sri Lanka menjaga stasiun bahan bakar di Kolombo, Sri Lanka. (Foto: AFP)

TiNewss.ComSri Lanka bangkrut dan penderitaan akut dari krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya akan bertahan hingga setidaknya akhir tahun depan, Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe mengatakan kepada parlemen pada Selasa 5 Juli 2022.

Negara kepulauan yang berpenduduk 22 juta orang itu telah mengalami inflasi selama berbulan-bulan dan pemadaman listrik yang berkepanjangan setelah pemerintah kehabisan mata uang asing untuk mengimpor barang-barang vital.

Wickremesinghe mengatakan negara yang pernah makmur itu akan mengalami resesi yang dalam tahun ini dan kekurangan pangan, bahan bakar, dan obat-obatan akan terus berlanjut.

"Kami juga harus menghadapi kesulitan pada 2023," kata perdana menteri.

"Inilah kebenarannya. Inilah kenyataannya."

Inflasi mencapai 54,6 persen pada Juni karena negara Samudra Hindia itu memerangi krisis ekonomi terburuknya dalam beberapa dasawarsa, dan bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga pada pengumuman kebijakan berikutnya pada Kamis untuk mengendalikan harga.

Wickremesinghe mengatakan pembicaraan bailout Sri Lanka yang sedang berlangsung dengan Dana Moneter Internasional (IMF) bergantung pada penyelesaian rencana restrukturisasi utang dengan kreditur pada Agustus.

"Kami sekarang berpartisipasi dalam negosiasi sebagai negara yang bangkrut," kata perdana menteri.

"Oleh karena itu, kita harus menghadapi situasi yang lebih sulit dan rumit dari negosiasi sebelumnya."

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Terkini

Musk kehilangan miliaran dolar dalam sehari

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:40 WIB
X