• Sabtu, 2 Juli 2022

Pemanfaatan Teknologi Penting untuk Membangun Pendidikan, Tetapi Peran Guru Tidak akan Tergantikan

- Kamis, 17 Maret 2022 | 14:08 WIB
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), Iwan Syahril selaku Chair of G20 Education of Working Group (EdWG) 2022. (Kemendikbud)
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), Iwan Syahril selaku Chair of G20 Education of Working Group (EdWG) 2022. (Kemendikbud)

TiNewss.com--Pemanfaatan teknologi yang startegis dan tepat guna dalam pendidikan sangat penting untuk membangun kembali pendidikan sekaligus mendorong pembelajaran yang berkualitas. Tetapi peran guru tidak dapat tergantikan teknologi, karena guru merupakan insan pendidik yang berdiri di garis terdepan.  

Penekanan tersebut disampaikan oleh Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20 (Chair of G20 Education Working Group/EdWG) Iwan Syahril, dalam sesi kedua pertemuan G20 EdWG, Rabu, 16 Maret 2022 yang mengangkat agenda prioritas kedua yakni Teknologi Digital dalam Pendidikan.

Baca Juga: Pemerintah akan Luncurkan Platform E-Katalog dalam Rangka Dorong Pembelanjaan di UMKM

"Pemanfaatan teknologi yang strategis dan tepat guna dalam pendidikan merupakan kunci dalam upaya membangun kembali pendidikan sekaligus mendorong pembelajaran berkualitas bagi anak bangsa. Namun demikian, teknologi tentu tidak akan menggantikan peran guru sebagai insan pendidik yang berdiri di garis terdepan," kata Iwan Syahril.

Iwan mengatakan pembatasan sosial dan mobilitas selama pandemi membawa perubahan mendasar bagi kehidupan anak-anak Indonesia, terutama hilangnya keterhubungan mereka dengan lingkungan belajar yang mendukung dan menarik.

Di sisi lain, Iwan tidak memungkiri bahwa guru di seluruh dunia juga berjuang menghadapi transisi ke pembelajaran daring yang terjadi sangat cepat.

Baca Juga: Geber Program Citarum Harum, Ridwan Kamil: Jerman dan Bank Dunia Beri Bantuan 100 juta Dollar

Namun, berbicara dalam posisinya selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Iwan mengatakan bahwa para guru di Indonesia berhasil beradaptasi dan belajar melewati tantangan tersebut.

“Banyak sekali guru yang awalnya tidak siap mengajar secara daring. Namun, para guru di Indonesia menghadapi tantangan itu. Mereka mempelajari cara-cara baru dalam mengajar dan beradaptasi," ujarnya.

Pemerintah lanjutnya, menjadikan hal tersebut  sebagai momentum untuk mengoptimalkan digitalisasi pendidikan, salah satunya  melalui Platform Merdeka Mengajar yang dirancang khusus bagi guru untuk belajar dari sesamanya. Platform Merdeka Mengajar yang diluncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode Kelima Belas kepada para delegasi.

Baca Juga: Revitalisasi Terminal VVIP Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali Sambut Delegasi G20

“Inisiatif ini memungkinkan seluruh siswa di Indonesia memperoleh pendidikan berkualitas yang dikembangkan dari  kreativitas dan ide-ide inovatif guru. Oleh karena itu, teknologi tidak akan menggantikan peran guru sebagai mentor bagi anak-anak, dimana guru akan selalu berdiri di garis terdepan untuk menentukan masa depan pendidikan, harapan dan impian anak-anak kita,” papar Iwan.

Delegasi India dan Italia sepakat dengan agenda prioritas kedua yang diusung Indonesia ini. Sejalan dengan itu, delegasi dari Britania Raya juga setuju bahwa teknologi digital memiliki peran penting dalam sektor pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Nikita Pantal, International Partnerships Team Leader, Department for Education dari Britania Raya.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron Bahas Kelanjutan Beli Jet Rafale dan Kapal Selam Scorpene

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Sumber: kemdikbud.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Musk kehilangan miliaran dolar dalam sehari

Selasa, 24 Mei 2022 | 20:40 WIB
X