TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Inilah Kecamatan Di Sumedang Dengan COVID-19 Tertinggi, Awasi Klaster Keluarga

TiNewss.com – Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 kabupaten Sumedang menyampaikan laporan terbaru Perkembangan COVID-19 di Sumedang. Dari 26 Kecmatan yang ada di Sumedang, Satgas COVID-19 menyampaikan jumlah terkonfirmai mencapi 2.102 orang. Ada 3 Kecamatan sudah mencapai 200 lebih jumlah terkonfirmasi COVID-19 bahkan hampir mendekati angka 3 ratus orang. 3 Kecamatan lebih dari 100 orang dan sisanya bawah Seratus orang.Hal ini terungkap dari pernyataan tertulis Satgas COVID-19 Kabupaten Sumedang, yang diterima Redaksi TiNewss.com pada Rabu (24/2/2021) sore.
Adapun 5 Kecamatan dengan jumlah COVID-19 tertinggi adalah Sumedang Utara (274), Sumedang Selatan (215), Tanjungsari (213), Cimalaka (153), Jatinangor dan CImanggung masing-masing sebanyak 129 orang.
Sedangkan Kecamatan dengan jumlah Terkonfirmasi paling sedikit adalah Kecamatan Surian (10(), Jatigede (15), Tanjungmedar (23), Jatinunggal (28) dan Cisitu (34) orang.Satgas COVID-19 juga melaporkan jumlah meninggal tertinggi terjadi di Kecamatan Tanjungsari sebanyak 11 orang. Di susul Sumedang Utara (7) dan Darmaraja (5) orang. Serta tidak ada kasus kematian di kecamatan Ganeas, Jatigede, Situraja dan Tanjungmedar.
Ketua Divisi Publikasi, Dr Iwa Kuswaeri menyampaikan telah terjadi penambahan cukup signifikan pada hari ini, ditandai dengan merebaknya Klaster Keluarga.


Sumber: Facebook Setda Sumedang

“Ada 27 penambahan hari ini (Red: 24/2/2021) yang mana ada Klaster keluarga di Sumedang Selatan. Ada 9 orang terkonfirmasi dari Sumedang Selatan, 2 diantaranya sudah selesai menjalani Isolasi Mandiri,” kata Iwa.Iwa juga menyampaikan bahwa Satgas COVID19 terus melakukan upaya pendisiplinan Protokol Kesehatan bagi Warga Masyarakat, dengan woro-woro dan juga pengenaan sanksi administratif.”Setidaknya ada 94 Personel yang terdiri dari TNI, Polri, Subdenpom, SatpolPP dan unsur lainnya yang melakukan penegakan sanksi administratif sesuai dengan Perbup No 5 Tahun 2021,” tambahnya.Lebih lanjut Iwa menyebutkan bahwa sejak diberlakukan penegakan disiplin dengan pengenaan denda administratif, telah terjaring sebanyak 8.696 kasus pelanggaran dan memperoleh dada sebanyak Rp 220.802.000,-. (Rauf Nuryama)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •