• Sabtu, 3 Desember 2022

Aturan FIFA jelas, tidak boleh ada Gas Air Mata di Stadion, PSSI Langgar di Kanjuruhan!

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 10:33 WIB
FIFA jelas dalam aturannya melarang penggunaan gas air mata, di Kanjuruhan itu terjadi. PSSI langgar aturan FIFA. (Foto: @akmalmarhali/Twitter)
FIFA jelas dalam aturannya melarang penggunaan gas air mata, di Kanjuruhan itu terjadi. PSSI langgar aturan FIFA. (Foto: @akmalmarhali/Twitter)

TiNewss.com--Pertandingan sepak bola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di stadion Kanjuruhan Malang, berakibat tragis. Korban meninggal terus berjatuhan. Kabar terakhir korban meninggal sebanyak 153 orang. 

Tembakan gas air mata disemburkan di dalam stadion, padahal peraturan FIFA sudah jelas melarangnya. PSSI melanggr aturan yang telah ditetapkan FIFA di Kanjuruhan

Menurut Menkopolhukam Mahfud MD kerusuhan terjadi bukan antara suporter Arema FC dengan Persebaya, melainkan semua suporter Arema, karena suporter Persebaya tidak boleh menonton.

Baca Juga: Komnas HAM : Jumlah Korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang Bertambah Jadi 153 Orang

Berdasarkan video yang beredar, dan sudah diberitakan sebelumnya di TiNewss.com,  tragedi terjadi akibat panik karena sesak napas dan banyak yang pingsan.

Kondisi panik, sesak napas dan pingsan diduga akibat semburan gas air mata yang membuat massa suporter sesak napas dan pingsan. Situasi sesak napas dan banyak yang pingsan membuat massa makin panik dan berebut ke luar stadion, dan terjadilah banyak suporter yang terinjak-injak.

Netizen menyesalkan terjadinya tembakan gas air mata. Padahal dalam peraturan FIPA sudah jelas bahwa penggunaan gas air mata di stadion dilarang. Hal ini tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations, pasal 19 huruf b, berbunyi No firearms or "crowd control gas" shall be carried or used.

Baca Juga: Mahfud MD: Pertandingan Agar Dilaksanakan Sore, Bukan Malam

Regulasi FIFA sudah jelas mengatakan bahwa penggunaan gas air mata dan senjata api dilarang untuk mengamankan massa dalam stadion. Bahkan di pasal tersebut dijelaskan bahwa barang tersebut dilarang dibawa.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X