• Selasa, 16 Agustus 2022

Konflik Rusia-Ukraina Berpengaruh Terhadap APBN dalam Menjaga Stabilitas Ekonomi

- Jumat, 1 Juli 2022 | 19:07 WIB
Presiden Jokowi berupaya damaikan Rusia dengan Ukraina karena berpengaruh pada ekonomi global dan Indonesia. Tampak Presiden Jokowi sehabis melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Zelensky. (TiNewss/Rauf)
Presiden Jokowi berupaya damaikan Rusia dengan Ukraina karena berpengaruh pada ekonomi global dan Indonesia. Tampak Presiden Jokowi sehabis melakukan pertemuan dengan Presiden Ukraina Zelensky. (TiNewss/Rauf)

TiNewss.com--Ketegangan geopolitik akibat konflik Rusia-Ukraina yang tereskalasi secara cepat menjadi sumber risiko yang berdampak pada disrupsi sisi suplai, yang kemudian mendorong peningkatan inflasi global dan lonjakan harga komoditas.

Hal tersebut sangat berdampak pada perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, Pemerintah mengambil kebijakan yang menjadikan APBN sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas perekonomian serta menjaga proses pemulihan ekonomi nasional yang tengah berlangsung.

Kebijakan tersebut juga disinergikan dengan langkah penyehatan APBN sejalan dengan meningkatnya penerimaan negara sebagai dampak kenaikan harga komoditas.

Baca Juga: Provinsi Jawa Barat dan 6 Kabupatan/Kota di Jawa Barat Warnai Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

APBN 2022 dalam posisi yang cukup optimal untuk menjadi shock absorber di dalam mempertahankan daya beli rakyat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, namun kesehatannya juga akan berangsur menjadi lebih baik. Defisit akan mengalami penurunan sangat signifikan di bawah 4%, dan pemulihan ekonomi ini serta kinerja APBN yang baik akan menjadi bekal yang cukup baik bagi kita menghadapi guncangan global yang diperkirakan masih akan tinggi,” jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat dengan Badan Anggaran DPR RI.

Kinerja APBN pada semester I tahun 2022 mampu menjaga fundamental perekonomian domestik di tengah ketidakpastian pandemi Covid-19, eskalasi tensi geopolitik, dan lonjakan harga komoditas. Pertumbuhan ekonomi triwulan I mencapai 5,0% (yoy) dan hingga semester I tahun 2022 diperkirakan tumbuh pada kisaran 4,9 s.d 5,2 persen.

Tren pertumbuhan ini diperkirakan akan terus membaik sepanjang tahun 2022 di tengah risiko ketidakpastian global yang meningkat. Laju inflasi pada semester I tahun 2022 bergerak dengan tren naik sejak awal tahun seiring mulai pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat yang mendorong peningkatan permintaan domestik. Sampai dengan semester 1 tahun 2022, laju inflasi mencapai 4,35 persen (yoy) terutama dipicu gejolak harga komoditas global sebagai dampak pemulihan ekonomi dan naiknya tensi geopolitik antara Rusia dan Ukraina.

Baca Juga: Ini Yang Disampaikan Jokowi Kepada Zelensky Untuk Rusia

Realisasi pendapatan negara semester I mencapai sebesar Rp1.317,2 triliun atau tumbuh 48,5 persen (yoy) (mencapai 58,1 persen dari target Pagu Perpres Nomor 98 Tahun 2022), sementara realisasi belanja negara mencapai Rp1.243,6 triliun atau lebih tinggi 6,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan persentase penyerapannya mencapai 40,0 persen terhadap pagu Perpres Nomor 98 Tahun 2022.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Sumber: kemenkeu.go.id.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X