• Selasa, 16 Agustus 2022

Pemerintah Luncurkan SIMBARA, Luhut: Integrasikan Komoditi Mineral dan Batubara

- Rabu, 9 Maret 2022 | 06:37 WIB
Peluncuran Simbara untuk integrasikan komoditi mineral dan batubara. (maritim.go.id)
Peluncuran Simbara untuk integrasikan komoditi mineral dan batubara. (maritim.go.id)

TiNewss.com--Pemerintah meluncurkan sistem yang mengintegrasikan komoditi mineral dan batubara dari hulu sampai hilir melalui satu portal Sistem Informasi Mineral dan Batu Bara (SIMBARA).

"Sistem Informasi Mineral dan Batubara (SIMBARA) merupakan portal sistem untuk mengintegrasikan mineral dan batubara dari hulu ke hilir," ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invesatsi Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kementerian Keuangan dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Migas (SKK Migas) pada hari Selasa (08 – 03 – 2022). Peluncuran ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri.

Baca Juga: Minyak Goreng Murah, Lebih Berharga Daripada Bunga Cinta

“Saat ini sebagai langkah awal, target aliran data yang dibutuhkan oleh masing-masing instansi dalam proses perizinan telah mengalir dari hulu sampai hilir. Data Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Laporan Hasil Verifikasi (LHV) merupakan data pokok yang akan digunakan sebagai alat verifikasi dalam memberikan izin ekspor mulai dari penerbitan Laporan Surveyor, penerbitan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) hingga penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB),” ungkap Menko Luhut dalam sambutannya.

Masih terdapat berbagai anomali dan irregularities dari data mentah yang masuk dari berbagai Kementerian/Lembaga yang sebelumnya belum terintegrasi. Irregularities diantaranya ada dugaan penggunaan NTPN yang tidak semestinya, NTPN diisi tetapi tidak valid, NTPN diisi dari jenis NTPN final (pelunasan), NTPN tidak diisi dan NTPN valid tetapi salah format.

Baca Juga: Ukraina Melaporkan 2 Jenderal Rusia Tewas dalam Peperangan Hari Ke-12

“Saya minta tim teknis untuk segera menindaklanjuti analisis data dan perbaikan serta penegasan konsekuesi jika dipastikan irregularities tersebut ada kecurangan,” tegas Menko Luhut.

Pengembangan SIMBARA juga telah mengidentifikasi celah-celah rawan korupsi dan sekaligus menutupnya dengan berbagai mekanisme baru. Penerapan SIMBARA juga berbanding lurus dengan upaya penguatan pengawasan, sehingga penegakan hukum atas berbagai kewajiban pekaku usaha akan secara langsung berkontribusi pada optimalisasi penerimaan negara.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Sumber: maritim.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X