• Selasa, 4 Oktober 2022

Wujudkan Bangga Buatan Indonesia, Belanja Pemerintah Wajib Beli Produk Dalam Negeri Hasil UMKM/IKM

- Senin, 21 Februari 2022 | 06:45 WIB
Luhut B. Pandjaitan (maritim.go.id)
Luhut B. Pandjaitan (maritim.go.id)

TiNewss.com--Pemerintah terus mendorong upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat, salah satunya mewujudkan program Bangga Buatan Indonesia melalui belanja Pemerintah wajib membeli produk dalam negeri.

Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib membelanjakan anggarannya untuk membeli produk-produk dalam negeri melalui e-Katalog dan toko daring pada tahun 2022. Kalau ini terlaksana maka akan terjadi pembelian produk dalam negeri sebesar Rp400 Triliun.

Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Invesatsi, Luhut Binsar Pandjaitan, seperti dikutip TiNewss.com dari laman resmi maritim.go.id.

Baca Juga: Buat STNK dan SIM juga Harus Miliki BPJS Aktif, Ini Bunyi Inpres Nomor 1 Tahun 2022

"Dalam rangka meningkatkan pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri guna menyukseskan program Bangga Buatan Indonesia agar pemerintah pusat dan daerah untuk mengoptimalkan pembelian produk dalam negeri, terutama hasil dari UKM/IKM/Artisan," ujar Menko Luhut.

Menko Luhut mengatakan target pembelian produk dalam negeri adalah sebesar Rp 400 Triliun melalui e-katalog dan toko daring pada 2022.

“Kita ingin yang dibelanjakan dalam e-katalog semua barang-barang dalam negeri sehingga berdampak untuk menciptakan lapangan kerja, teknologi, dan peningkatan ekonomi masyarakat,” tambah Menko Luhut.

Baca Juga: Omicron Telah Melampaui Delta, Dr Maria Van Kerkhove: Ini Bukan Flu Biasa

Kepala Badan Pusat Statistik, Margo Yuwono menjelaskan secara makro, bahwa jika seluruh anggaran belanja pemerintah dibelanjakan untuk produk dalam negeri dan tidak membeli produk impor maka berpotensi meningkatkan ekonomi nasional sebesar 3,79%. Untuk itu, Jika belanja pemerintah pusat dan daerah dapat dialokasikan sebesar 40-50% saja pada produk dalam negeri dan UMKM, maka akan dapat meningkatkan lebih dari 1,5% ekonomi nasional pada tahun 2022.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Sumber: Youtube @Ranisa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Indosiar Disentil Netizen, Efek Kick Off Jam 8 Malam

Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:53 WIB

PSSI Ungkap Duka Cita untuk Sepak Bola Indonesia

Minggu, 2 Oktober 2022 | 08:22 WIB
X