• Senin, 5 Desember 2022

Pemerintah Bertekad Cegah Kejahatan Seksual terhadap Anak, Diawali dari Desa

- Kamis, 13 Januari 2022 | 18:25 WIB
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi  (Instagram @muhadjir_effendy)
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi (Instagram @muhadjir_effendy)

"Karena itu dalam upaya kita menghapus kejahatan seksual terhadap anak, mari kita terus tingkatkan, kita jamin masa depan anak indonesia dengan mendapatkan perlindungan dan menjadikan generasi penerus sebagaimana yang diharapkan kita semua," katanya.

Sementara itu, Menteri Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Kemendes telah memiki arah kebijakan pembangunan desa melalui SDGs desa yang memiliki 18 goals atau tujuan pembangunan berkelanjutan di Desa.

Baca Juga: Lihat Trailer Ikatan Cinta Terbaru, Netizen Sorot Kalimat ‘Jangan-jangan’ dari Al, Ini Kata Mereka!

Dari 18 tersebut, terdapat 2 goals yakni goals ke-5 dan ke-16 yang terkait dengan kekerasan terhadap anak. Untuk goals ke-5 yakni keterlibatan perempuan desa. Salah satu sasaran dalam goals ke-5 ini adalah prevalensi kasus kekerasan terhadap anak perempuan.

 "Targetnya adalah tiap-tiap desa bisa mencapai posisi 0 persen. Tentu arah kebijakan umumnya kesana. Jadi, bagaimana kemudian desa melakukan upaya semaksimal mungkin agar tidak ada lagi kasus kekerasan terhadap anak perempuan. Tentunya, disini kekerasan dalam artian luas termasuk didalamnya kekerasan seksual," katanya.  

Kemudian yang kedua pada SDGs Desa ke 16 yakni Desa Damai Berkeadilan. Dalam hal ini, terdapat salah satu sasaran yang fokus kepada krimanilitas, perkelahian, KDRT, kekerasan terhadap anak yang targetnya mencapai 0 persen pada level tingkat desa.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Solusi Pasokan Kebutuhan Batubara untuk PLN

 "Tidak hanya itu, di goals ke 16 ini terdapat sasaran lainnya yakni Pekerja anak dengan target 0 persen dan perdagangan manusia 0 persen," katanya.  ***

Halaman:

Editor: Aam Permana S

Sumber: kemendesa.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X