• Minggu, 27 November 2022

Penyakit Paru Obstruktif Kronis Penyebab Kematian Ketiga di Dunia, Merokok Penyebabnya!

- Rabu, 1 Desember 2021 | 06:34 WIB
Sebagian besar pengidap PPOK memiliki kebiasaan merokok, karena itu berhenti merokok menjadi hal wajib bagi pengidap PPOK untuk mempertahankan bagian paru-paru yang masih berfungsi. (forumhealthcentre.nhs.uk)
Sebagian besar pengidap PPOK memiliki kebiasaan merokok, karena itu berhenti merokok menjadi hal wajib bagi pengidap PPOK untuk mempertahankan bagian paru-paru yang masih berfungsi. (forumhealthcentre.nhs.uk)

Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) merupakan penyebab kematian ketiga terbanyak di dunia. Dan sebanyak 3,23 juta kematian di tahun 2019 dengan merokok sebagai penyebab utamanya.

Demikian disampaikan Badan Kesehatan Dunia (WHO) seperti dikutip TiNewss.com dari laman kemenkes.go.id, pada 1 Desember 2021.

Menurut data WHO, Tahun 2020, Global initiative for Chronic Obstructive Lung Disease memperkirakan secara epidemiologi di tahun 2060 angka prevalensi PPOK akan terus meningkat karena meningkatnya jumlah angka orang yang merokok.

Di Indonesia berdasarkan data riset kesehatan dasar 2013 prevalensi PPOK mencapai 3,7% atau sekitar 9,2 juta jiwa yang mengalami PPOK

Baca Juga: Surat Al Kahfi dan Fitnah Dajjal, Kosmologi Peradaban Besar (Bagian ke-5, Seri Eskatologi Islam)

PPOK bukan termasuk penyakit menular, PPOK adalah penyakit paru obstruktif yang dapat diobati, sehingga tatalaksananya lebih diupayakan pada pencegahan perburukan gejala maupun fungsi paru. PPOK disebabkan karena adanya korelasi erat antara paparan partikel atau gas berbahaya yang signifikan dan meningkatnya respons utama pada saluran napas dan jaringan paru.

Partikel gas berbahaya utama tersebut adalah asap rokok. Ada juga partikel lain seperti polusi bahan kimia di tempat kerja dan asap dapur.

Spesialis Kardiovaskular Dr. Arto Yuwono Soeroto mengatakan PPOK terdapat gejala keluhan saluran pernapasan yang menetap seperti batuk berdahak, sesak nafas, memiliki keluhan yang menetap.

Baca Juga: Wamendag RI Apresiasi Terbitnya Buku Tentang Hukum Perdagangan Internasional

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Sumber: Kemenkes.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prakiraan Cuaca Serang Hari Ini, 27 November 2022

Minggu, 27 November 2022 | 07:40 WIB

Prakiraan Cuaca Yogyakarta Hari Ini, 27 November 2022

Minggu, 27 November 2022 | 07:30 WIB

Prakiraan Cuaca Semarang Hari ini, 27 November 2022

Minggu, 27 November 2022 | 05:49 WIB

Teks Panca Prasetya KORPRI, Hapal Nggak?

Sabtu, 26 November 2022 | 12:22 WIB
X