• Senin, 5 Desember 2022

Wamendag RI Apresiasi Terbitnya Buku Tentang Hukum Perdagangan Internasional

- Selasa, 30 November 2021 | 21:21 WIB
Wamendag RI Jerry Sambuaga (tengah) berfoto bersama dengan Reza Zaki Pengarang Buku Hukum Perdagangan Internasional (TiNewss/Rauf)
Wamendag RI Jerry Sambuaga (tengah) berfoto bersama dengan Reza Zaki Pengarang Buku Hukum Perdagangan Internasional (TiNewss/Rauf)

TiNewss.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Jerry Sambuaga memberikan apresiasi atas terbitnya Buku tentang Hukum Perdagangan Internasional karya Muhammad Reza Syariffudin Zaki, Jumat 26 November 2021.

Menurutnya buku tersebut sangat penting untuk membantu Pemerintah.

"Buku Hukum Perdagangan Internasional sangat penting untuk membantu pemerintah memformulasi kebijakan perdagangan terutama dalam perkembangan globalisasi saat ini," kata Jerry Sambuaga.

Baca Juga: Penting! Simpan Nomor Darurat dan Layanan Informasi Bagi Warga Sumedang!

Hal tersebut disampaikan Jerry Sambuaga saat menerima kunjungan  Muhammad Reza Syariffudin Zaki atau Reza Zaki, dosen Business Law BINUS University dan Lathifa Al-Anshori, Tenaga Ahli Menteri Kominfo RI.

Reza Zaki pada kesempatan tersebut memberikan karya bukunya yang berjudul "Hukum Perdagangan Internasional". Buku yang diterbitkan oleh Prenadamedia mengupas tentang kebijakan perdagangan Internasional.

"Keikutsertaan Indonesia di WTO tentu saja memberikan dampak bagi setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. dan buku ini mengulas sangat lengkap semua hal yang berkaitan dengan WTO hingga kebijakan perdagangan Indonesia di domestik. Buku ini juga membantu memahami bagaimana proses penyelesaian sengketa Indonesia di WTO," tambah Jerry Sambuaga.

Baca Juga: Mari Berhitung Berapa Kebutuhan Insentif RT dan RW di Sumedang, Cukupkah dari DBH Pajak dan Retribusi?

Dalam kesempatan yang sama, Zaki menuturkan bahwa di Indonesia masih sangat sulit menemukan literasi mengenai hukum perdagangan internasional, padahal Indonesia bukan sekedar ikut dalam keanggotan di WTO, namun juga pernah menciptakan sejarah di WTO terutama pada KTM IX WTO di Bali, 2013 silam.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X