• Sabtu, 22 Januari 2022

Arteria Dahlan Cengeng Lapor Polisi dan Panglima TNI, Ini Karma bagi Sang Big Jokes!

- Selasa, 23 November 2021 | 09:52 WIB
Arteria Dahlan terlibat keributan bersama  seorang perempuan muda yang mengaku anak Jenderal. Netizen, sebut ini Karma.  (Twitter)
Arteria Dahlan terlibat keributan bersama seorang perempuan muda yang mengaku anak Jenderal. Netizen, sebut ini Karma. (Twitter)

TiNewss.com - Keributan Arteria Dahlan dengan serang perempuan yang mengaku Anak Jenderal Bintang 3 di Bandara Soekarno Hatta, berujung kecengengan Arteria dengan mengadu dan melaporkan kejadian ini kepada Kepolisian Resor Bandara Soeta dan juga Ke Panglima TNI dan KSAD.

Arteria menyebut bahwa perempuan yang menyebut dirinya anak Jenderal tersebut telah menyalahgunakan dan menggunakan aparat untuk kepentingan pribadinya. Perempuan tersebut telah berlaku kasar, dan bahkan menyepak tas miliknya. Perlakukan kasar diberikan si perempuan ini kepada Ibunya Arteria.

Konon, menurut kronologisnya si Perempuan anak Jenderal ini merasa terhalangi jalannya oleh Ibunya Arertia Dahlan saat mau keluar dari Pesawat beberapa hari yang lalu.

Baca Juga: Jelang Hari Guru Nasional, Berikut Cara Menyampaikan Ucapan Dengan Twibbon dan Cara Penggunaannya

Sebagian publik bukannya memberikan apresiasi kepada tindakan dari Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Perjuangan ini yang membela ibuny. Malah menyebutnya Karma.

Karma, ada orang yang membentak-bentak Ibu Arteria Dahlan dari wanita yang usianya jauh lebih muda dan dilakukan di depan umum.

Karma atas perlakuan Arteria Dahlan memarah-marahi Prof Emil Salim dalam diskusi di Mata Najwa. Emil Salim yang orangtua, dimarahi Arteria Dahlan yang jauh lebih muda. Dan ditonton jutaan masyarakat yang menyaksikan tayangan tersebut baik di Televisi maupun di tayangan Youtube.

Baca Juga: Frederika Alexis Cull buka suara terkait Silsilah Keturunan Keraton Sumedang Larang, Terkuak Peran Ibunya

Gus Umar Al Chelsea melalui akun @UmarHasibuan75 mengatakan : "Jutaan orang menonton saat anda maki2 Prof Emil Salim dan tak satupun anaknya melaporkan anda arteria dahlan kepolisi. Skrg saat ibu anda dimaki2 org anda cengeng lapor polisi. Mustinya anda intropeksi krn kebiasaan anda maki2 org skrg org maki2 ibu anda. Karma itu nyata."

Bukan hanya karma, ada netizen juga yang menyebut Arteria Dahlan sebagai Big Jokes all of the time in this republic.

Akun Twitter @sudaryanto : "Arteria Dahlan big jokes all of the time in this republic".

Baca Juga: Terungkap Motif Yana van Cadas Pangeran, Ternyata Ini Kata Polisi

Akun ini menanggapi akun @asumsico yang mengunggah pernyataan dan gambar Arteria Dahlan dengan berbagai kontroversinya.

@asumsico : "Mulai dari minta dipanggil "Yang Terhormat', hingga membela pengeroyok perawat di Lampung, berikut deretan kontroversi dari Arteria Dahlan."

  • NOV 2021:  "Arteria Dahlan mengatakan jaksa dan hakim tidak boleh ditangkap lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus korupsi. Menurutnya aparat penegak hukum adalah simbol negara sehingga tidak boleh ditangkap lewat OTT. (Sedangkan) Menurut UUD 1945 yang menjadi simbol negara adalah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika, Bendera Merah Putih, Lau Indonesia Raya, dan Bahasa Indonesia."
  • OKT 2019 : "Arteria beradu argumen sengit dengan Prof. Emil Salim dan menuduhnya berpikrian sesat disaat Mata Najwa ketika membahas Perppu KPK. Setelah acara tersebut Profil Arteria di Wikipedia sempat diedit menyebut bahwa ia adalah seroamh tukang bacot pengacara dan politisi gila hormat diantara sejumlah sebutan yang tidak sesuai untuk halaman Wikipedia.
  • MARET 2018 : "Arteria menuai kontroversi karena kesal hingga berkata kasar kepada Menteri Agama yang menyelahkan korban penipuan travel bodong seperti First Travel dan Abu Tours. Arteria menilai Kementerian Agama tidak sanggup menangani persoalan tersebut".
  • SEPT 2017 : "Arteria ingin dipanggil "Yang Terhormat". Saat rapat antara Komisi III dengan pimpinan KPK, Arteria protes kepada pimpinan KPK yang tidak mau menambahkan kalimat "Yang Terhormat" ketika menyebut nama dirinya dan anggota DPR lain."
  • SEPT 2017 : Selaku anggota pansus hak angket, Arteria menuding ketua KPK Agus Rahardjo terlibat kasus korupsi pengadaan alat berat di Dinas Bina Marga DKI Jakarta tahun 2015 dengan nilai proyek Rp36,1 Miliar. Tuduhan tersebuut tidak terbukti hingga sekarang."***

 

 

Halaman:
1
2

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X