• Minggu, 14 Agustus 2022

Kisruh Kasus Frederika Alexis Cull, Biro Hukum Keraton Sumedang Larang Angkat Bicara

- Senin, 1 November 2021 | 16:55 WIB
Advokat H. Thomas Darmawan (tengah) saat memberikan keterangan pers di Gedung Srimanganti Keraton Sumedang Larang, Senin (1/11/2021) (TiNewss.com/Rauf)
Advokat H. Thomas Darmawan (tengah) saat memberikan keterangan pers di Gedung Srimanganti Keraton Sumedang Larang, Senin (1/11/2021) (TiNewss.com/Rauf)

 

TiNewss.com - Penobatan Putri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull sebagai keturunan Keraton Sumedang Larang (KSL) berawal dari perbincangan antara Nongky (nonky) Tejapermana dengan Fetty (Pengurus KSL), melalui diskusi santai tentang bagan silsilah, pada bulan Juni 2021.

Nongky menurut bagan silsilah merupakan keturunan KSL dari keluarga Raden Natapraja berdasarkan telusur tahun 2016.

Atas pengakuan Nongky, bahwa Frederika Alexis Cull merupakan anak dari Nongky, maka bulan Agustus 2021 dibuatkan draft bagan silsilah oleh pihak KSL.

 

Baca Juga: Segera hadir Tempat Wisata Baru di Kaki Gunung Tampomas, Pasir Angin Hills

 

Demikian kronologis Frederika Alexis Cull yang disampaikan oleh Biro Hukum KSL, H. Thomas Darmawan, SH kepada Media di Gedung Srimanganti Keraton Sumedang Larang, Senin (1/11/2021).

Pihak KSL menyambut baik permohonan Nongky untuk merawat keturunan dan kekerabatan dan kemajuan budaya di masyarakat sebagaimana pasal 1 butir 7 Permendagri Nomor 39 Tahun 2007 tentang Pedoman fasilitas Organisasi Kemasyarakat Bidang Kebudayaan, Keraton dan Lembaga Adat dalam Pelestarian dan Pengembangan Budaya Daerah.

"Keraton adalah organisasi kekerabatan yang dipimpin oleh Raja/Sultan/Penmbahan atau sebutan lain yang menjalankan fungsi sebagai pusat pelestarian dan pengembangan adat budaya dan nila-nilai sosial budaya yang terkandung di dalamnya serta mengayomi lembaga dan anggota masyarakat," demikian kutipan yang dibaca oleh Thomas Darmawan.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X