• Minggu, 14 Agustus 2022

KK Pasangan Siri dan Problem Perlindungan Perempuan

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:03 WIB
KK Pasangan Siri dan Problem Perlindungan Perempuan (TiNewss/NN.Verakhairunnisa)
KK Pasangan Siri dan Problem Perlindungan Perempuan (TiNewss/NN.Verakhairunnisa)

Sistem ekonomi dalam Islam mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh rakyat dengan jaminan kebutuhan mendasar, braaik dilakukan secara langsung maupun tidak langsung.

Terkhusus perempuan, Islam tidak mewajibkan mereka mencari nafkah. Maka ada aturan siapa saja yang berkewajiban memberikan nafkah kepada mereka, yaitu ayah, suami, anak laki-laki atau saudara laki-laki mereka.

Maka negara wajib memberikan kemudahan untuk laki-laki mencari nafkah dengan menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka. Atau jika perlu, negara memberikan bantuan modal usaha bagi siapa saja yang membutuhkannya.

Pendidikan, kesehatan dan keamanan wajib diberikan dengan pelayanan terbaik kepada rakyat. Semua itu diberikan secara gratis kepada semua rakyat, tanpa membeda-bedakan antara yang kaya dan yang miskin, antara pejabat negara dan rakyat biasa, antara muslim dan non muslim.

Sistem penerangan dan media akan betul-betul berada dalam kontrol negara. Bahwa dalam sistem Islam, keberadaan media adalah sebagai sarana dakwah dan menyebarkan pemikiran Islam, sarana edukasi untuk masyarakat.

Sistem Islam tidak akan membiarkan media menayangkan konten negatif, semisal pornografi dan pornoaksi. Atau konten apapun yang menciderai kemuliaan dan kehormatan perempuan. Ketika ada media yang tetap melanggar, maka negara wajib memberikan sanksi bagi media tersebut.

Sistem saknsi dalam Islam sangat tegas, mampu menimbulkan efek jera bagi pelaku kejahatan. Siapa saja yang berani melakukan tindakan kejahatan, maka akan dijatuhkan hukuman yang setimpal sesuai dengan kejahatan yang dilakukannya.

Dalam Islam, kejahatan yaitu setiap aktivitas melanggar hukum syara'. Semisal tidak menutup aurat ketika keluar rumah, laki-laki dan perempuan non mahrom melakukan khalwat. Itu pun wajib diberikan sanksi, ketika mereka tetap melanggar meski sudah diberikan teguran.

Perzinaan pun wajib dijatuhi hukuman, meski dilakukan secara suka sama suka. Jika pemerkosaan, maka yang wajib dihukum hanyalah pihak yang melakukan perkosaan. Sedangkan pihak yang diperkosa, maka wajib diberikan perlindungan.

Dari pemaparan singkat di atas, tampak bahwa Islam memiliki nilai-nilai mulia dan benar-benar bertanggung jawab menjaga kehormatan perempuan. Negara dalam sistem Islam mampu memberikan rasa aman pada perempuan, baik di dalam rumah maupun di luar rumah.***

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X