• Sabtu, 22 Januari 2022

KK Pasangan Siri dan Problem Perlindungan Perempuan

- Kamis, 21 Oktober 2021 | 19:03 WIB
KK Pasangan Siri dan Problem Perlindungan Perempuan (TiNewss/NN.Verakhairunnisa)
KK Pasangan Siri dan Problem Perlindungan Perempuan (TiNewss/NN.Verakhairunnisa)

Tatkala masalah bermunculan dalam kehidupan, diselesaikan dengan solusi yang hanya mampu menambal di satu sisi, namun melahirkan robekan di sisi yang lain. Tak ada upaya mencari solusi alternatif mendasar, sehingga problem pun tak pernah usai.

Sudah saatnya kita mencari solusi alternatif untuk menyelesaikan permasalahan hidup dari segala sisi, dengan sebuah aturan yang sudah pasti kebenarannya, karena diciptakan oleh Zat yang Maha Tahu apa yang terbaik untuk manusia, itulah Islam.

Sebelum membahas mengenai bagaimana cara Islam mampu memberikan jaminan perlindungan bagi perempuan, kita harus memahami terlebih dahulu bahwa dalam Islam, tidak ada pembedaan antara mereka yang menikah siri maupun tidak.

Selama dalam pernikahan tersebut dilakukan ijab Qabul serta memenuhi syarat dan ketentuan pernikahan dalam syariah, maka pernikahan tersebut sah dan diterima negara. Sebab dalam sistem Islam, tidak ada pemisahan antara agama dan negara.

Apa yang sesuai dengan syariat, maka sudah dipastikan sesuai dengan peraturan negara. Karena dalam Islam, peraturan negara mengacu pada apa yang sudah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Islam adalah agama yang sempurna dan paripurna, mampu menyelesaikan semua permasalahan dalam kehidupan, termasuk problem jaminan perlindungan bagi perempuan.

Hal itu ketika seluruh aturannya diterapkan dalam kehidupan. Seperti sistem pergaulan Islam, sistem pendidikan Islam, sistem ekonomi Islam, sistem penerangan dan media Islam, sistem sanksi Islam, dsb.

Sistem pergaulan dalam Islam misalnya, mengharuskan laki-laki dan perempuan untuk menutup aurat ketika keluar rumah atau di depan mahram, melarang khalwat (berdua-duaan) dan ikhtilat (campur baur) laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, melarang perempuan bertabarruj, mengharuskan mahram menemani perjalanan perempuan yang lebih dari sehari semalam, dsb.

Sistem pendidikan dalam Islam memiliki tujuan melahirkan kepribadian Islam. Dengan begitu, baik laki-laki maupun perempuan, mereka memahami hak dan kewajibannya masing-masing, baik sebagai bagian dari individu, masyarakat maupun negara.

Mereka pun meyakini bahwa apa yang dilakukan di dunia, semua akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Maka dalam menjalani kehidupan, senantiasa berusaha untuk menggapai keridhaan Allah, dengan menjalankan seluruh aturan-Nya.

Halaman:

Editor: Rauf Nuryama

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X