• Sabtu, 22 Januari 2022

Kendati Kasus Positif Terus Melandai, PPKM Kembali di Perpanjang untuk Kendalikan Pandemi Covid-19

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 06:08 WIB
Menko Marves melakukan konferensi Pers terkait PPKM Kembali diperpanjang kendati Kasus Konfirmasi terus melandai, Senin, 18/10/2021. (TiNewss)
Menko Marves melakukan konferensi Pers terkait PPKM Kembali diperpanjang kendati Kasus Konfirmasi terus melandai, Senin, 18/10/2021. (TiNewss)

TiNewss.com-- Kendati kasus positif terus melandai, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang. Hal ini dilakukan untuk mengendalikan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Penanganan pandemi Covid-19 masih terus dilakukan, padahal kasus konfirmasi Covid-19 Indonesia dan khususnya Jawa-Bali sudah turun cukup signifikan. 

Baca Juga: Terkait Dicabutnya Status Jaga Jarak di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, MUI Sumedang Berucap Syukur

"Rendahnya kasus konfirmasi harian menyebabkan kasus aktif nasional dan Jawa-Bali terus menunjukkan penurunan. Hingga 17 Oktober kemarin, DKI, Jawa Barat, DIY dan Bali mencatat nol kematian. Provinsi lain di Jawa -Bali hanya mencatat kurang dari 5 kematian per hari. Namun demikian dalam rangka terus mengendalikan pandemi Covid-19, PPKM masih akan diperpanjang," kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan selaku Koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali pada konferensi pers virtual, Senin (18/10/2021) di Jakarta.

Menurut Luhut Binsar Panjaitan, rendahnya kasus konfirmasi harian menyebabkan kasus aktif nasional dan Jawa-Bali terus menunjukkan penurunan. Saat ini hanya tersisa kurang dari 20 ribu kasus aktif nasional dan kurang dari 8 ribu kasus aktif di Jawa-Bali. 

Baca Juga: Dua Calon Presiden 2024, Anies Baswedan dan Ridwan Kamil Hadiri Undangan PPP di Semarang

Jumlah ini jauh menurun dibandingkan lebih dari 570 ribu kasus aktif pada puncak varian Delta. Selain itu, angka kematian juga terus menurun hingga pada 17 Oktober 2021 tidak tercatat angka kematian di beberapa provinsi di hari tersebut.

 Lebih lanjut Luhut Binsar Panjaian merasa yakin bahwa dengan tingkat kematian yang rendah, akan mampu dijaga, seiring dengan capaian vaksinasi lansia Jawa-Bali yang meningkat tajam sejak cakupan vaksinasi lansia dijadikan untuk penurunan level PPKM.

Angka kematian yang sebelumnya cukup tinggi banyak disebabkan oleh tingkat vaksinasi pada lansia yang masih cukup rendah. Untuk itu, vaksinasi lansia ini akan terus dikejar terutama di wilayah Jawa-Bali hingga 70 persen, semenara itu, kini angka vaksinasi lansia masih di angka 43 persen," ujar Menko Marves.

Baca Juga: Masjid Nabawi Pun Laksanakan Shalat Dhuhur Tanpa Jarak, Minggu 17 Oktober 2021

Lebih jauh dia mengungkapkan, evaluasi kota Blitar sebagai kota yang pertama masuk ke level 1 menunjukkan hasil yang positif. Meski kehidupan di kota Blitar sudah mendekati normal, situasi Covid-19 tetap rendah dan terkendali. Terkendalinya kasus di kota ini didorong oleh tingginya tingkat pelacakan kontak erat, vaksinasi, dan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi yang terus meningkat meski sudah masuk level 1. Melalui hal ini kebiasaan hidup baru atau new normal akan perlahan diuji coba untuk dilaksanakan di Kota Blitar dan kota-kota lain ke depannya, didasarkan dengan evaluasi mingguan dan harian kasus konfirmasi positif, aktif, dan kasus kematian.

“Kita sudah menerapkan level 3, 2, dan 1 di berbagai kota dan atau kabupaten di luar Jawa-Bali. Penerapan level ini terus kami evaluasi per minggu bahkan per hari," ujar Luhut Binsar Panjaitan.***

 

 

 

Halaman:
1
2

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X