• Minggu, 28 November 2021

Libur Maulid Nabi di Geser, MUI Sumedang: Negara Tidak Peduli dan Tidak Menghargai Sejarah Islam

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Wakil Ketua MUI Sumedang, KH Zaenal Alimin digesernya hari libur Maulid Nabi menandakan negara tidak menghargai sejarah Islam, (foto Istimewa) (TiNewss)
Wakil Ketua MUI Sumedang, KH Zaenal Alimin digesernya hari libur Maulid Nabi menandakan negara tidak menghargai sejarah Islam, (foto Istimewa) (TiNewss)

TiNewss.com--Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sumedang, KH Zaenal Alimin menanggapi keras digesernya libur Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurut KH Zaenal Alimin, digesernya  libur Maulid Nabi Muhammad SAW menandakan bahwa negara tidak peduli dan tidak menghargai sejarah Islam.

"Dengan begitu, digesernya hari libur pada maulid Nabi berarti tidak ada libur pada momen sejarah maulid. Ini berarti pula "negara" sudah tidak mempunyai sensitivitas kesejarahan, bahkan memiliki arti negara sudah tidak menghargai dan tidak peduli terhadap sejarah Islam," tegasnya.

Baca Juga: Keagungan Sistem Islam Memuliakan Anak Yatim

Lebih lanjut KH Zaenal Alimin kepada TiNewss.com, (13/10/2021) mengatakan ketidakpedulian terhadap sejarah Islam ini sudah diperlihatkan dalam dua momen, yaitu pada penggeseran libur 1 Muharam dan pergeseran libur maulid ini.

Maulid Nabi yang seharusnya libur pada tanggal 19 Oktober menjadi tanggal 20 Oktober.

"Dari digesernyya Maulid Nabi, KH Zaenal Alimin merasa khawatir  adalah pengaruh komunisme yang disadari atau tidak ingin mengaburkan nilai sejarah Islam dan secara bertahap ke depan menjadi hilang sama sekali, na'uudzu billaahi min dzaalik...,"tegasnya.

Baca Juga: Angka Stunting Makin Tinggi, Sistem Islam Berikan Solusi

Untuk diketahui, bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggeser hari libur Maulid Nabi yang semula tanggal 19 Oktober menjadi tanggal 20 Oktober 2021.

Seperti yang tercantum dalam laman Kemenag RI, kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

"Sebagai antisipasi munculnya kasus baru Covid-19, hari libur Maulid Nabi digeser 20 Oktober 2021," tegas Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin di Jakarta, Sabtu (9/10/2021). 

Kamaruddin Amin menegaskan, bahwa Maulid Nabi Muhammad Saw tidak berubah, tetap 12 Rabiul Awal. Hanya, hari libur dalam rangka memperingatinya yang digeser.

Baca Juga: Ditanya Kemungkinan Terjun ke Politik, Begini Jawab Komedian Cak Lontong

"Maulid Nabi Muhammad Saw tetap 12 Rabiul Awal. Tahun ini bertepatan 19 Oktober 2021 M. Hari libur peringatannya yang digeser menjadi 20 Oktober 2021 M," paparnya.

Perubahan ini tertuang dalam Keputusan bersama Menag, Menaker, dan Menpan RB No 712, 1, dan 3 tahun 2021 tentang Perubahan Kedua atas Keputusan Bersama Menag, Menaker, Menpan dan RB No 642, 4, dan 4 tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama.

Sebelumnya, perubahan juga dilakukan pada hari libur peringatan tahun baru hijriyah. Tahun barunya tetap 1 Muharram 1443 H, bertepatan 10 Agustus 2021. Namun, hari libur dalam rangka memperingatinya digeser menjadi 11 Agustus 2021.

"Perubahan juga terjadi terkait cuti bersama dalam rangka Hari Raya Natal yang awalnya ditetapkan pada 24 Desember, akhirnya diputuskan untuk ditiadakan," tandasnya.***

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Raffi dan Nagita, dapat Momongan Baru, Siapa Namanya?

Jumat, 26 November 2021 | 17:33 WIB

Lagu Hymne Guru, ini Profil Pencipta dan Lirik Lagunya

Selasa, 23 November 2021 | 15:04 WIB
X