• Sabtu, 16 Oktober 2021

Libur Maulid Nabi di Geser, MUI Sumedang: Negara Tidak Peduli dan Tidak Menghargai Sejarah Islam

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:00 WIB
Wakil Ketua MUI Sumedang, KH Zaenal Alimin digesernya hari libur Maulid Nabi menandakan negara tidak menghargai sejarah Islam, (foto Istimewa) (TiNewss)
Wakil Ketua MUI Sumedang, KH Zaenal Alimin digesernya hari libur Maulid Nabi menandakan negara tidak menghargai sejarah Islam, (foto Istimewa) (TiNewss)

TiNewss.com--Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sumedang, KH Zaenal Alimin menanggapi keras digesernya libur Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Menurut KH Zaenal Alimin, digesernya  libur Maulid Nabi Muhammad SAW menandakan bahwa negara tidak peduli dan tidak menghargai sejarah Islam.

"Dengan begitu, digesernya hari libur pada maulid Nabi berarti tidak ada libur pada momen sejarah maulid. Ini berarti pula "negara" sudah tidak mempunyai sensitivitas kesejarahan, bahkan memiliki arti negara sudah tidak menghargai dan tidak peduli terhadap sejarah Islam," tegasnya.

Baca Juga: Keagungan Sistem Islam Memuliakan Anak Yatim

Lebih lanjut KH Zaenal Alimin kepada TiNewss.com, (13/10/2021) mengatakan ketidakpedulian terhadap sejarah Islam ini sudah diperlihatkan dalam dua momen, yaitu pada penggeseran libur 1 Muharam dan pergeseran libur maulid ini.

Maulid Nabi yang seharusnya libur pada tanggal 19 Oktober menjadi tanggal 20 Oktober.

"Dari digesernyya Maulid Nabi, KH Zaenal Alimin merasa khawatir  adalah pengaruh komunisme yang disadari atau tidak ingin mengaburkan nilai sejarah Islam dan secara bertahap ke depan menjadi hilang sama sekali, na'uudzu billaahi min dzaalik...,"tegasnya.

Baca Juga: Angka Stunting Makin Tinggi, Sistem Islam Berikan Solusi

Untuk diketahui, bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menggeser hari libur Maulid Nabi yang semula tanggal 19 Oktober menjadi tanggal 20 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Asep D Darmawan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X