• Minggu, 14 Agustus 2022

Hybrid Learning Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi, Tepatkah?

- Minggu, 5 September 2021 | 12:00 WIB
6bc0cb99-bcf8-4213-bb61-862414d2ee7b
6bc0cb99-bcf8-4213-bb61-862414d2ee7b






Sumedang direncanakan akan menerapkan proses pembelajaran dual mode atau hybrid learning. Sistem ini dipilih untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam pembelajaran di masa pandemi. Bahkan beberapa sekolah akan dilengkapi dengan pengadaan studio, untuk melancarkan proses pemebalajaran dengan model tersebut. Hybrid learning didefinisikan sebagai metode pembelajaran memadukan tatap muka dan daring.





Tidak dipungkiri, beberapa masalah muncul akibat pembelajaran daring yang telah dilaksanakan selama masa pandemi ini. Menurut siswa, masalah-masalah yang muncul itu seperti kesulitan berinteraksi langsung dengan guru dan teman, materi pelajaran kurang dipahami, serta rasa bosan yang kerap melanda.





Maka, hybrid learning diharapkan menjadi solusi permasalahan siswa tersebut. Adanya pembelajaran tatap muka dianggap dapat menyelesaikan minimnya interaksi siswa dengan guru sehingga materi lebih mudah dicerap. Pula sistem ini merupakan penyegaran yang bisa menjadi penawar rasa bosan siswa terhadap sistem belajar daring yang telah dijalani selama ini. Alhasil, sistem pembelajaran ini diasumsikan lebih menarik, dan lebih meningkatkan motivasi belajar siswa.





Masalah rindunya siswa berinteraksi dengan manusia bukan dengan benda , adalah hal yang wajar, karena manusia memang makhluk sosial. Kerinduan akan sentuhan perhatian ini, memang hanya bisa diselesaikan dengan tatap muka langsung ( baca : dalam kelas), bukan tatap muka secara virtual. Guru harus berada bersama-sama dengan siswa dalam satu kelas. Bukan guru berada di studio, siswa berada di rumah. Bukan guru berada di kelas, siswa di rumah. Atau sebaliknya. Akan tetapi, kewaspadaan akan menyebarnya kembali COVID bila tidak menerapkan prokes ketat, mengharuskan bahwa jumlah siswa yang berada di sekolah bersama guru adalah jumlah yang memungkinkan untuk menjaga jarak dan prokes. Maka tak pelak, ada sebagian siswa yang berada di sekolah, dan sebagian lagi berada di rumah dan berinteraksi secara virtual dengan guru yang berada di kelas.

Halaman:

Editor: Kurnia Agustini, S.Pd.

Tags

Terkini

Pentingnya Menjadi Guru Pelopor Literasi

Senin, 25 Juli 2022 | 18:25 WIB

Bahaya Pergaulan Bebas dan Solusinya

Sabtu, 23 Juli 2022 | 21:44 WIB

Jenis Kelamin dan Kesuksesan

Selasa, 21 Juni 2022 | 06:55 WIB

Harga Minyak Goreng Memanas, Ini Solusinya

Kamis, 9 Juni 2022 | 18:54 WIB

Zakat dan Problem Kemiskinan

Selasa, 26 April 2022 | 21:02 WIB

Solusi Mengatasi Kenaikan Harga-harga

Selasa, 19 April 2022 | 16:38 WIB

Berbagai Isu Sosial dan Penyebab Utamanya

Selasa, 5 April 2022 | 05:34 WIB
X