• Rabu, 26 Januari 2022

Paragliding TROI Resmi digelar di Sumedang dan Papua Secara Virtual

- Sabtu, 4 September 2021 | 11:00 WIB
47291631-ccf7-41fc-9b49-8395f8ff5ce4
47291631-ccf7-41fc-9b49-8395f8ff5ce4






TiNewss.com - Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) atau kejuaraan ekshibisi paralayang tingkat nasional resmi digelar pada hari ini secara virtual di Bukit Toga, Sumedang, Jawa Barat dan Bukit Gracia Skyline, Jayapura, Papua, Sabtu (4/9/2021).





Dalam artian digelar kejuaraan virtual yakni penonton hanya bisa menonton di kanal youtube Airmen Tv Dispenau dan Facebook TNI Angkatan Udara, karena pandemi COVID-19 masih ada.





Pembukaan kejuaraan ekshibisi paralayang ini dibuka langsung oleh Bupati Sumedang, Dr. H. Dony Ahmad Munir.





Kepada media Bupati Dony mengatakan kejuaraan ekshibisi paralayang ini termasuk olahraga outdoor yang bisa digelar dimasa PPKM Level 3 di Sumedang.





"Apresiasi kepada Kemenpora, FASI Pusat dan kejuaraan ini. Kreatifitas tidak berhenti saat pandemi. Karena paralayang sendiri merupakan olahraga outdoor dan digelar secara online," jelas Bupati.





Bupati juga menyampaikan dalam kejuaraan ekshibisi sudah dilakukan dibukit Toga mau kejuaraan dunia, nasional maupun tempat latihan para atlet paralayang pribumi Sumedang sendiri.





Sehingga Bupati Dony menginginkan potensi Bukit Kampung Toga di Sumedang terus ditingkatkan sehingga Sumedang bisa menjadi tuan rumah bagi kejuaraan paralayang nasional hingga dunia.





"Sumedang sendiri telah menjadi tuan rumah untuk perlombaan Paralayang tingkat dunia, yakni Paragliding World Championship," tambahnya.





"Mudah-mudahan ini menjadi role model contohnya dimasa pandemi tetap beraktifitas aman dari COVID-19 dengan cara virtual seperti kejuaraan eksebisi paralayang ini," tandasnya.





Lebih lanjut Bupati menyebut bahwa Paralayang menjadi salah satu wisata di Sumedang yang diunggulkan. Wisata ini disebut sport tourism.





Sementara itu Marsekal Pertama Fajar Adriyanto, Kepala Pusat Potensi Dirgantara(Kapuspotdirga) TNI AU turut hadir mengatakan kejuaraan eksebisi paragliding trip of Indonesia pertama dilakukan di Sumedang dan Papua secara virtual.





"Ini yang pertama kalinya dilakukan di Sumedang dan Jayapura. Karena nanti Jayapura kedepannya akan dilakukan untuk PON. Sumedang ini salah satu tempat terbaik dan ideal untuk paralayang mau nasional mau internasional," jelasnya.





Beliau juga yang merangkap Kepengurusan FASI sendiri menambahkan kegiatan ini bisa digelar di Sumedang tingkatan pandemi rendah atau di zona kuning sehingga bisa digelar.





"Disini kami dari FASI menunjuk Sumedang juga karena tingkat pandemi ini cukup turun jauh meskipun itu kami melaksanakan prokes yang ketat semua atlet harus sudah di vaksin dan dites antigen," tambahnya.





Terakhir ia menyampaikan kegiatan ini sebagai percontohan bahwa pandemi bukan suatu alasan untuk tidak berolahraga karena Paralayang sendiri olahraga outdoor yang aman namun harus ketat prokes.





Kegiatan kejuaraan eksebisi paralayang ini juga diikuti 100 orang peserta menerapkan kebijakan sesuai prokes yang telah ditetapkan dan tidak disaksikan oleh penonton tatap muka melainkan secara online.





Dalam pembukaan ini hadir pejabat dari Kemenpora RI, FASI Pusat, Disparbudpora Provinsi Jawa Barat, Wabup Sumedang, Sekda, Pimpinan DPRD, Kapolres Sumedang, Dandim 0610 dan para pejabat di Disaparbudpora Sumedang serta tamu undangan lainnya. (Adhi SH)


Halaman:
1
2
3
4

Editor: Adhi Septiahadi

Terkini

X