• Minggu, 28 November 2021

Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi COVID-19

- Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:00 WIB
21102667-42d0-44e1-b29e-baa8e0f80f3f
21102667-42d0-44e1-b29e-baa8e0f80f3f



Merujuk kepada Surat Edaran Mendikbud no 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan pendidikan pada masa COVID-19, kemudian Surat Edaran no 15 tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan Belajar Dari Rumah (BDR) dalam masa darurat penyebaran COVID-19, maka sejak bulan Maret tahun 2021 diberlakukan sistem pembelajaran dimana proses kegiatan belajar mengajar berlangsung di rumah baik guru maupun peserta didik.





Tujuan utama BDR selain untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19, BDR juga bertujuan untuk memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendididikan, melindungi warga satuan pendidikan dari ancaman penularan COVID-19 serta memastikan pemenuhan dukungan psikososial bagi pendidik, peserta didik dan orang tua. Sedangkan proses belajar mengajar yang dirancang dalam BDR diutamakan untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik, difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup untuk menghadapi pandemi COVID-19. Dengan demikian target utama dalam pembelajaran bukan untuk mengejar atau menuntaskan capaian kurikulum. Materi pembelajaran yang direncanakan disesuaikan dengan konteks budaya, karakter dan kebutuhan peserta didik.





Sementara penggunaan istilah Pebelajaran Jarak Jauh (PPJ) dan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) merujuk pada SKB 4 Menteri, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021 serta Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaran Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), bahwa pembelajaran dapat dilakukan dengan tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan atau pembelajaran jarak jauh. Sedangkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 menyebutkan bahwa daerah zona hijau, kuning dan jingga dapat menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas, sedangkan zona merah wajib menyelengarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring.





Media utama yang bisa menghubungkan antara guru dengan peserta didik dalam PJJ adalah teknologi digital yang berbasis internet, maka PJJ populer juga dengan pembelajaran daring atau online. Menurut Permendikbud No. 109/2013 Pendidikan Jarak Jauh adalah proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan berbagai media komunikasi. Media (aplikasi) pembelajaran daring yang bisa digunakan diantaranya WhatsApp, Google meet, Google Classroom, Zoom dsb. Dengan demikian pembelajaran daring akan sangat bergantung kepada ketersediaan dari teknologi digital.
Setelah lebih dari satu tahun (18 bulan) pembelajaran daring berlangsung, sistem pembelajaran mulai menuai banyak persoalan, mulai dari persoalan teknis terkait ketersediaan perangkat pendukung pembelajaran (laptop, smartphone, jaringan internet, kuota internet), persoalan ekonomi orang tua peserta didik sampai persoalan psikososial peserta didik dan orang tua. Hasil survey UNICEF tahun 2020, 66 % peserta didik di Indonesia tidak nyaman dengan pembelajaran daring. Ketidaknyamanan peserta didik dalam pembelajaran daring diantaranya banyaknya tugas-tugas yang harus diselesaikan tanpa petunjuk yang jelas, kesulitan dalam konsentrasi saat belajar, serta jenuh dengan isolasi yang berkepanjangan dan berakibat mengalihkan pemanfaatan teknologi untuk membuka aplikasi lain di luar pembelajaran.





Disamping itu berbagai keluhan dilontarkan oleh orang tua peserta didik dalam mendampingi dan mengawasi putra-putrinya belajar di rumah, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti pekerjaan, kompetensi serta kesibukan. Sementara persoalan yang dihadapi guru diantaranya penguasaan terhadap LMS yang tidak merata, pemilihan metode yang tepat serta kesulitan dalam melakukan penilaian terkait pembentukan sikap dan karakter peserta didik serta mendorong dan memotivasi semangat belajar peserta didik. Dengan demikian harapan peserta didik, orang tua dan guru dalam mengatasi persoalan di atas adalah segera dilakukan pembelajaran tatap muka.

Halaman:

Editor: Dr. Hj. Nunung Julaeha, M.Si

Tags

Terkini

Solusi Tuntas Untuk Akses Listrik yang Masih Terbatas

Kamis, 25 November 2021 | 22:40 WIB

Narasi Mobil Listrik Ala Ahok

Rabu, 24 November 2021 | 11:25 WIB

Efektivitas OPOP Bagi Pesantren

Jumat, 12 November 2021 | 17:52 WIB

Sekilas Gamelan Parakansalak

Selasa, 9 November 2021 | 14:31 WIB

Pahlawan Nasional Cut Nyak Din Dalam Pengasingan

Senin, 8 November 2021 | 23:45 WIB

Innalillahi, Saipul Jamil ……

Selasa, 7 September 2021 | 08:10 WIB

Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi COVID-19

Minggu, 29 Agustus 2021 | 12:00 WIB

JATINANGOR Nukleus Kota Metropolitan BANDUNG

Selasa, 13 April 2021 | 03:17 WIB

Kapan dan Siapa Yang Wajib Shaum Ramadhan

Jumat, 9 April 2021 | 23:26 WIB

Waduh, Mudik Dilarang Lagi

Minggu, 28 Maret 2021 | 14:53 WIB

Urang Ngojay Ka Girang

Minggu, 7 Maret 2021 | 23:23 WIB

Memulai Sebuah Bisnis, Cukupkan Niat!

Selasa, 2 Februari 2021 | 12:11 WIB

Peringatan: Jangan Sampai Anda Kena COVID-19, Aib!

Minggu, 27 Desember 2020 | 14:29 WIB

Mendefinisikan Kebijakan Sekolah Off Line

Minggu, 29 November 2020 | 09:33 WIB

Belajar Sejarah Belajar Menghormati Jasa Orang Lain

Rabu, 23 September 2020 | 14:49 WIB

Reformasi Energi Listrik, PLN Harus Ada pesaing

Senin, 13 Juli 2020 | 13:12 WIB
X