• Kamis, 9 Desember 2021

Ridwan Kamil Sebut COVID-19 Varian Delta Terdeteksi di Sumedang Beserta 8 Daerah Lainnya

- Kamis, 1 Juli 2021 | 06:00 WIB
8b869e97-3f55-41a5-a489-9c801c67eb76
8b869e97-3f55-41a5-a489-9c801c67eb76






TiNewss.com - Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat mengumumkan bahwa virus COVID-19 Varian Delta sudah menyebar di sembilan daerah Jabar, termasuk Kabupaten Sumedang, Rabu (30/6/2021).





Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini menjelaskan penemuan tersebut hasil dari genome sequencing yang dilakukan oleh para peneliti Jawa Barat.





"Varian Delta sudah banyak masuk di Jabar, kita harus berhati-hati karena daya tularnya 3-10 kali lipat," imbau Emil, dalam konferensi pers secara virtual.





Kesembilan daerah tersebut antara lain, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Kabupaten Subang, Kota Bandung dan Kota Depok.





Dengan begitu, Emil turut mengingatkan kepada sembilan daerah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.





"Jadi di Bandung Raya sudah masuk. Jadi harus kita waspadai karena mulai dari Kota Bandung, Bandung Barat, Sumedang itu sudah masuk varian Delta," tambahnya.





Dari penelitian tersebut tingkat penularan Virus COVID-19 Varian Delta ini sangatlah cepat menular dan tinggi menyasarnya ke usia muda karena beberapa daerah di Jabar sudah berada di zona merah dan orange.





"Alhamdulillah masih rendah di bawah rata-rata nasional di 1,37 persen, kalau nasional itu 2,6 persen. Kesimpulan saya, (varian delta) menularnya cepat, tapi mematikannya kalau dilawan dengan prokes insya Allah tidak akan tertular," jelasnya.





Dengan melihat kasus tersebut, Gubernur Jabar itu akan segera melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro darurat di tingkat RT dan RW sekaligus.





Kebijakan PPKM Mikro Darurat ini sebelumnya sudah dilakukan koordinasi dan akan dilakukan secara serempak di pulau Jawa-Bali.





"Sekitar 11 Daerah menjadi zona merah, naik dari 2 daerah, dan sesuai koordinasi Jawa-Bali, maka serempak akan diberlakukan PPKM Mikro Darurat. Peniadaan beberapa jenis kegiatan dan Pengetatan jam kegiatan dan lockdown bisa/akan diberlakukan di sejumlah RT/RW yang terindikasi situasi sangat berat," tandasnya.(Adhi SH)***


Halaman:

Editor: Adhi Septiahadi

Tags

Terkini

Citarum Bukan Lagi Sungai Terkotor di Dunia

Jumat, 5 November 2021 | 06:45 WIB
X