• Rabu, 26 Januari 2022

Bank Indonesia Beberkan Perjalanan Gambar Kartini Dalam Kertas Rupiah

- Rabu, 21 April 2021 | 13:00 WIB
Bank Indonesia
Bank Indonesia






TiNewss.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan perjalanan pahlawan wanita Kartini">R.A Kartini yang telah dua kali menjadi gambar dalam mata uang rupiah Indonesia yaitu pada uang kertas emisi tahun 1952 dan 1985.





Hal tersebut disebutkan pada rilis Departemen Komunikasi Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (22/4/2021).





"Tak hanya diperingati di berbagai instansi dan dijadikan inspirasi kaum perempuan, Kartini juga diabadikan dalam uang," ucapnya.





BI menjelaskan, Kartini pernah muncul di uang pecahan sebesar Rp5 pada tahun 1953. Uang tersebut merupakan uang rupiah seri tokoh dan kebudayaan, seri uang yang pertama kali dicetak oleh Bank Sentral Indonesia.





Peredaran uang Rp5 yang bergambar Kartini tersebut telah disiapkan sejak tahun 1952. Saat itu, BI sedang mempersiapkan kelahiran setelah menasionalisasi De Javasche Bank (DJB) pada tahun 1951.





Lantaran Undang-Undang tentang BI baru ada pada tahun 1953, maka uang kertas emisi tahun 1952 tersebut baru resmi dikeluarkan pada 2 Juli tahun 1953.





"Masa penggunaannya sekitar sembilan tahun karena ditarik oleh BI pada 1961," sambunya.





Selanjutnya, gambar pahlawan wanita Kartini kembali muncul di bagian depan uang kertas nominal Rp10.000 untuk emisi tahun 1985, atau sekitar 30 tahun kemudian, yang ditarik pada tahun 1995.





Alasan Bank Indonesia menjadikan pahlawan kelahiran 21 April 1879 Kartini menjadi gambar di mata uang kertas ini karena beliau merupakan tokoh emansipasi perempuan di Indonesia.





Di masanya, Kartini muncul dengan semangat baru yaitu kebebasan, kesetaraan, modernisasi, dan anti-feodalisme.





Kumpulan surat Kartini lalu diterbitkan di negara Belanda dalam bentuk buku dengan judul Door Duisternis Tot Licht dan diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.





Buku inilah adalah bacaan yang wajib aktivis pergerakan kala itu sekaligus turut membuka kesadaran nasional di kalangan pelajar generasi masa depan Indonesia. (Adhi SH)***


Halaman:
1
2
3

Editor: Adhi Septiahadi

Tags

Terkini

X