ICMI Orda Sumedang Gelar Musda Tanpa Kehadiran Ketua, Asep D. Darmawan : Ada Konspriasi !

TiNewss.com – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Organisasi Daerah (ICMI Orda) Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Daerah di Buricak Burinong, Sumedang beberapa waktu lalu. Musda ini tidak dihadiri oleh Ketua ICMI periode sebelumnya, dan memilih Rektor Universitas Majalengka sebagai Ketua ICMI Orda Sumedang yang Baru.

Hal ini terungkap dari wawancara TiNewss.com dengan penyelenggara Musyawarah Daerah, Amiruddin Setiawan, yang juga Sekretaris DPC Serikat Islam (SI) Kabupaten Sumedang.

Menurut Amir, ketidakhadiran Ketua ICMI periode 2014-2019, Komjen Pol (Purn) Nana S. Permana, dikarenakan sedang Sakit. Amir juga menyebutkan bahwa Musyawarah Daerah ini hanya dihadiri oleh beberapa orang saja, terbatas karena suasana pandemi Covid-19.

Dalam Musda, Laporan Pertanggungjawaban disampaikan oleh Sekretaris ICMI Orda Sumedang, Kamas Komara yang juga Ketua Organisasi Sarekat Islam (SI).

Peserta Rapat menerima Pertanggungjawaban Pengurus ICMI periode sebelumnya. Selanjutnya Peserta memilih Ketua ICMI baru yakni Prof Sutarman (Rektor UNMA) dan formatur, diantaranya ada Amiruddin Setiawan, Syamsul Falah, Budiana, kamas Komara, Iwa Kuswaeri, Euis Mully.

Prof Sutarman adalah Rektor Universitas Majalengka (UNMA), sedangkan Amir adalah Dosen sekaligus KaProdi pada Perguruan Tinggi tersebut.

Amir tidak menjelaskan Rapat tersebut memberhentikan pengurus sebelumnya, namun kemudian memilih Ketua dan Tim Formatur. Dan apakah Rapat memenuhi kuorum atau tidak.

Dalam musda, juga di hadiri oleh Ketua ICMI Orwil Jawa Barat, Prof Najib, tersebut ternyata menuai protes dari Wakil Ketua ICMI Sumedang periode 2014-2019, Dr. Asep D. Darmawan. Menurutnya, Musda ICMI Orda Sumedang sarat dengan Konspirasi.

“Sebagai Wakil Ketua ICMI Orda Sumedang, Saya tidak diberitahu akan adanya Musda ini. Ketua sendiri tidak hadir, sebagai wakil ketua Saya tidak dikabari apalagi di Undang. Menurut Informasi, Sekretaris malah memberikan pertanggungjawaban mewakili Ketua. Bagaimana bisa? Seorang Sekretaris mewakili ketua, sedangkan Wakil Ketua masih ada, tanpa di Undang,” jelas Asep.

“Ini ada konspirasi yang dilakukan oleh oknum ICMI dalam pergantian kepengurusan. Sebagai cendekiawan muslim, seharusnya memberikan teladan yang baik. Ini lucu, Pengurus inti tidak diundang, sementara ada politikus diundang dan jadi Formatur. ICMI Sumedang sudah bermain politik. Ini preseden buruk,” pungkasnya.

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 63
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    63
    Shares
%d blogger menyukai ini: