TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Hari Terakhir Larangan Mudik, Mari Simak Lagi Aturannya

TiNewss.com – Hari ini, Senin (17/5/2021) merupakan hari terakhir pemberlakuan aturan larangan mudik. Aturan larangan mudik telah ditetapkan pemerintah sejak 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021.

Selama pemberlakuan larangan mudik ini, kendaraan bisa diminta putar balik untuk tak melakukan perjalanan di luar domisilinya kecuali kelompok yang mempunyai kepentingan lainnya.

Berikut kelompok yang dikecualikan dan boleh melakukan perjalanan karena punya kepentingan mendesak saat berlakunya larangan mudik:

1) Orang yang bekerja atau melakukan perjalanan dinas, seperti ASN, pegawai BUMN/BUMD, Polri, TNI, atau pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan pimpinan dan Surat Rapid Tes.
2) Kunjungan keluarga sakit,
Kunjungan duka anggota keluarga meninggal ibu hamil (dengan 1 orang pendamping)
.
3) Orang yang dengan kepentingan melahirkan (maksimal 2 orang pendamping).
4) Pelayanan kesehatan darurat.

Sementara itu, kendaraan yang diperbolehkan beroperasi di larangan mudik:

1) Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI.
2). Kendaraan dinas operasional, seperti kendaraan berpelat dinas TNI/Polri
3) Kendaraan dinas operasional petugas atau karyawan jalan tol.
4) Kendaraan Rescue seperti pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah
Mobil barang dan tidak membawa penumpang
.
5) Kendaraan yang mengangkut repatriasi pekerja imigran Indonesia, WNI, pelajar/mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah ke daerah asal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti apa aturan yang berlaku selama masa aturan larangan mudik?

Untuk transportasi darat, larangan operasional berlaku bagi kendaraan bermotor umum dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang.

Selain itu, kendaraan bermotor perseorangan atau pribadi, dengan jenis kendaraan penumpang atau umum seperti mobil, bus, dan sepeda motor juga dilarang.

Mereka yang nekat dan tidak mematuhi aturan atau persyaratan tersebut akan dikenakan sanksi di putar balikan atau sesuai ketentuan peraturan perundangan.

Kendaraan travel atau angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut penumpang akan ditindak tegas oleh kepolisian, seperti penilangan dan tindakan lain sesuai perundangan yang berlaku.(Adhi SH)***