TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Hari Palang Merah Remaja, Simak Yu Asal Mulanya

TiNewss.comHari Palang Merah Remaja (PMR) kini sudah menginjak usia ke-71 tahun semejak dibentuknya PMR di Indonesia pada hari ini, Senin (1/3/2021).

Dilansir dari beberapa sumber, Palang Merah Remaja disingkat PMR adalah pengembangan dan berinduk dari Palang Merah Indonesia (PMI) yang anggotanya masih remaja masih duduk dibangku sekolahan.

Cabang PMR tersebar di PMI kota ataupun kabupaten seluruh Indonesia dengan lebih dari lima juta anggota sehingga PMR menjadi salah satu sumber kekuatan PMI dalam melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan dan kebencanaan, tujuannua untuk mempromosikan prinsip-prinsip dasar palang merah dan bulan sabit merah dalam skala internasional juga mengembangkan kapasitas organisasi PMI.

PMR menjadi organisasi binaan dari PMI yang terbentuk di sekolah-sekolah ataupun sekolompok masyrakat untuk membangun dan mengembangkan karakter Palang Merah dalam diri anak-anak ahar agar jadi kaderisasi PMI di masa depan.

Asal Mula Pembentukan Palang Merah Remaja Di Indonesia

Asal mula terbentuknya PMR tidak dapat dilepaskan dari pembentukan PMI itu sendiri. Pelopor pendiri PMI adalag dr. RCL Senduk dan Bahder Djohan pada tahun 1932 mereka sepakat intuk membentuk badan kemanusiaan dibawah pengawasan putra-putri pribumi.

Namun rencana mereka ditentang oleh pemerintahan kolonial Belanda. Pada saat itu Indonesia belum merdeka, dan sudah ada organisasi Palang Merah Belanda bernama Nederlands Rode Kruiz Afedling Indie (Nerkai). Awalnya Nerkai juga bernama Het Nederland – Indische Rode Kruis (NIRK) yang didirikan pada 21 Oktober 1873.

Sedangkan PMI baru akui kependoriannya setelah proklamasi kemerdekaan ketika Menteri Kesehatan Buntaran menyiapkan pembentukannya pada tanggal 17 September 1945 yang menjadi saksi pendirian badan kemanusiaan bangsa Indonesia terlepas dari campur tangan penjajah.

Jadi penyerahan aset dari Nerkai ke PMI dilakukan pada tanggal 16 Januari 1950 setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda sejak itu PMI mulai berkiprah didunia kemanusiaan.

Sehingga setelah itu dibentuklah Palang Merah Remaja atau disingkat PMR yang dibentuk bagi kader-kader PMI di kalangan anak muda pada saat itu.

Setelah PMI diakui Palang Merah Internasional, dilakukanlah kongres–kongres PMI untuk mematangkan fungsi dari badan kemanusiaan tersebut. Dalam kongres PMI ke 4 dilakukan pada 25 – 27 Januari 1950 sehingga ide untuk membentuk PMR dicetuskan.

Ide tersebut berasal dari pengerahan anak–anak sekolah di negara Austria pada Perang Dunia I untuk membantu kegiatan perang sesuai kemampuan mereka, misalnya mengumpulkan pakaian bekas, majalah atau koran bekas, barang–barang yang bisa digunakan dalam perang lainnya.

Ide tersebut diterapkan dengan sejarah terbentuknya PMR yang berada di bawah pembinaan organisasi PMI, yang kemudian diterapkan pada beberapa sekolah di Indonesia.

PMR yang dipimpin oleh Ny. Siti Dasimah dan Paramita Abdurrahman, sehingga pada tanggal 1 Maret 1950 menjadi tanggal resmi berdirinya PMR Indonesia. PMR pertama Indonesia berada di Bandung Jawa Barat dan PMR kedua didirikan di Kudus Jawa Tengah, Ada tiga tingkatan PMR yaitu :

PMR Mula untuk sekolah dasar (10-12 tahun) dengan warna slayer hijau muda

PMR Madya untuk sekolah menengah pertama (12-15 tahun) dengan warna slayer biru langit.

PMR Wira untuk sekolah menengah atas (15-17 tahun) dan slayer berwarna kuning cerah.

Berikut adalah asal-usul mulanya terbentuk dari Palang Merah Remaja yang dibawah binaan organisasi Palang Merah Indonesia sebuah kelompok yang kepedulian dengan kemanusiaan, kesehatan, dan kebencanaan. (Adhi SH)*

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •