TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Hari Ibu 22 Desember, Cara Soekarno Hormati Wanita Indonesia

Untuk Semua Ibu, Selamat hari Ibu. Ibu bagi Suami, Anak maupun Ibu bagi lingkungan sosial, bisnis dan juga tidak lupa untuk Ibu Guru. Tapi Tahukah Anda, bahwa hari Ibu di Indonesia, adalah sebagai cara Soekarno (Bung Karno) untuk menghormati Wanita Indonesia?

Konon karena Hari Kartini 21 April banyak mendapat kritikan dijadikan sebagai Hari Ibu, karena Kartini sebagai Pahlawan Nasional Emansipasi hanya bersifat lokalan Jepara dan Rembang serta lebih pro Belanda? Maka dari itu, Soekarno menetapkan 22 Desember sebagai hari Ibu melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959.

Tanggal 22 Desember, merupakan Hari pertama dilakukan Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada tahun 1929 yang dimulai tanggal 22 hingga 25 Desember. Kongres ini dilaksanakan di Gdeung Dalem Jayadipura, yang kini menjadi Kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jl Bigjrn Katamso, Yogyakarta.

Kongres ini dihadiri oleh 30 Organisasi wanita dari 12 Kota di Jawa dan Sumatera. Perlu diketahui, organisasi wanita di Indonesia sudah ada sejak tahun 1912, terinspirasi oleh pahlawan-pahlawan wanita Indonesia abad ke-19, seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Cut Nyak Meutia, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, Rasuna Said, dan sebagainya.

Kongres tahun 1928, adalah untuk meningkatkan hak-hak Perempuan di bidang Pendidikan dan Pernikahan.

Jika hari Ibu ditetapkan oleh Soekarno, hari Kartini yang diperingati setiap 21 April ditetapkan melalui Keputusan Kongres Perempuan Indonesia tahun 1939, sebagai perayaan terhadap emansipasi perempuan. Dalam perjalanan sejarah, Kartini kemudian ditetapkan Soekarno sebagai Pahlawan nasional Emansipasi Wanita.

Terlepas dari Tanggal tersebut, Apa yang hendak diambil dari Hari Ibu 22 Desember 2020? Dimana kita masih hidup di masa Pandemi. Anak bangsa banyak yang masih bertikai tentang ahlak. Korupsi yang dilakukan para anak bangsa yang kemudian disebut oknum. Atau masih berantemnya Kadrun dengan Cebong yang entah sampai kapan? Belum lagi ditambah dengan kasus-kasus yang terjadi belakangan ini.

Bukankah Doa Ibu, bisa menembus Langit? Tidakkan kita semua seluruh anak bangsa memanggil Ibu….. Minta Ibu semuanya mendoakan kita semuanya untuk terhindar dari Pandemi COVID-19, terhidar dari pertikaian antar SUKU, RAS, AGAMA, termasuk terhindar dari anak-anak yang berdosa karena KORUPSI.

Doakan oleh Ibu, agar mereka memiliki RASA MALU mempermalukan Ibu, Ayah, bahkan anak dan keturunannya. Malu, karena Ibu…. Pernah melahirkan dan membesarkannya. Ibu, teruntukmu. Doakan Kami.

Ibu Pertiwi, bagi semua Ibu yang ada di Indonesia. Bahagiamu, Bahagia kita Semua. Senyummu, Senyum kita semua. Jangan pernah marah ibu, Karena kemarahanmu akan membuat Kami Berantakan. (Red)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 6
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    6
    Shares