TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Hanya Mengingatkan, Muadzin Masjid Diamankan

TiNewss.com – Beberapa hari kemarin tepatnya di Kabupaten Labuhan Baru Provinsi Sumatera Utara, seorang muadzin yang hendak mengumandangkan adzan dhuhur justru ditangkap aparat keamanan tepatnya di Masjid Muhsinin pada hari senin (18/01/2021).

Kejadian ini bertepatan dalam perayaan hari jadi Kabupaten Pelabuhan Baru, seorang muadzin Masjid, hanya meminta suara musik untuk dikecilkan di kala memasuki adzan Dzuhur.

Dilansir dari berbagai media Siber JMSI, Muadzin ini bernama Eka Ramadhana dari Masjid Muhsinin Kabupaten Labuhan Baru Provinsi Sumatera Utara.

Dalam keterangannya muadzin tersebut hanya meminta kepada panitia perayaan Hari Jadi Kabupaten Labuhan Baru untuk mengecilkan suara musik saat memasuki waktu adzan Dzuhur.

Di ketahui, suara adzan Masjid Muhsinin tersebut berjarak sekitar 20 meter dari tempat kegiatan acara perayaan Hari Jadi Kabupaten tersebut, panitia justru tetap melangsungkan kegiatan tentang persembahan tarian-tarian berbagai etnis.

Dalam keterangannya, Muadzin saat diwawancarai wartawan media Islam yang ditemui di rumahnya, Eka selaku muadzin mengatakan, “Awalnya meminta kepada panitia pentas agar suara musik dikecilkan, karena adzan akan berkumandang.” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, disarankan menemui panitia yang ada di tribun utama, tempat para undangan duduk. Ketika ditemuinya dan Eka kembali menyarankan agar suara sound system dikecilkan.

Masih menurut Eka, petugas Satpol PP malah memarahinya. Hingga terjadi perdebatan argumen, sampai akhirnya dia dikejar- kejar oleh puluhan panitia maupun aparat polisi.

“Saya hanya minta suara loudspeakernya dikecilkan, karena pas adzan, tapi malah dimarahi. Tidak ada saya memaki, cuma pas mau shalat saya dikejar, ya larilah saya dan ditangkap ramai-ramai,” ucap Eka dalam wawancaranya.

Dalam kejadian tersebut diketahui terdengar suara musik sangat keras, sehingga Muadzin tersebut mendatangi protokol yang ada di atas pentas serta meminta agar acara dihentikan sementara. Dalam waktu bersamaan protokol tersebut menyarankannya agar untuk menemui panitia yang ada di tribun utama para tamu undangan.

Karena sarannya tidak didengarkan pihak panitia, Eka kembali ke Masjid untuk Sholat Dhuhur. Namun ketika hendak melangkah menuju arah masjid, Eka malah dikejar-kejar puluhan panitia, petugas dari Satpol PP serta aparat dari Mapolres Labuhan Baru dan Eka dibawa dengan mengapit lehernya.

Dalam Aksi tersebut akhirnya menghebohkan masyarakat, hingga puluhan warga diketahui mendatangi Mapolres Labuhan Baru, meminta agar Eka dilepaskan.

“Bikin malu saja panitianya, apa pun ceritanya itu kesalahan panitia. Seharusnya panitia tahu itu jam shalat. Masa tak dipikirkan suara adzan dari dua masjid tadi, saya saja mendengarnya jelas sekali. Selaku PNS sayapun malu,” pungkas seorang PNS.

Dari kejadian ini banyak respon dari sejumlah warga yang menyesalkan sikap panitia. Mereka beranggapan bahwa panitia yang dipercayakan menggelar acara namun tidak mempertimbangkan waktu adzan shalat Dzuhur.(Andi A)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 15
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    15
    Shares