TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Griya Plaza Sumedang Diganjar Denda Oleh Satgas Covid-19

TiNewss.com – Pusat Perbelanjaan atau Mal Griya Plaza Sumedang mendapatkan peringatan Keras dari Satgas Covid-19 Kabupaten Sumedang, pada Minggu (2/5/2021). Peringatan pertama berupa Sanksi Administratif, dan ancaman berikutnya jika tetap abai berupa tindakan hukum lainnya bahkan hingga pencabutan Izin Operasional.

Demikian disampaikan oleh Anggota Tim Penegakan Hukum pada Satuan Tugas Corona Virus Desease 2019 (Satgas Covid-19) Kabupaten Sumedang, yang juga Kabid Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Yan Mahal Rizzal kepada TiNewss.com.

Pemberian denda ini, karena pengelola pusat perbelanjaan tersebut tidak ada upaya untuk mengantisipasi membludaknya pengunjung sehingga menghiraukan protokol kesehatan.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang-undangan Daerah (PPUD) Satpol PP Yan Mahal Rizzal kepada Pengelola Mal Griya Plaza Sumedang telah memberikan sanksi dengan Pasal 12 huruf h dan Pasal 13 ayat (1) dan (2) diberikan sanksi administratif sebesar Rp.300.000,-.

“Iya, hari ini Kami hanya memberikan sanksi denda saja kepada pengelola usaha. Namun, Kami dapat kembali memberikan sanksi lanjutan kepada pelaku usaha, bahkan sampai penutupan dan pencabutan izin operasionalnya jika kembali kedapatan melanggar,” jelasnya.

Rizzal, bersama pihaknya juga telah memberikan sanksi denda kepada perorangan/pengunjung ditempat perbelanjaan tersebut yang menghiraukan tanda jaga jarak.

“Pengenaan sanksi pengelola Mal dan perorangan yang mengabaikan prokes ini, sebuah upaya antisipasi membludaknya konsumen atau pengunjung di kegiatan usaha tersebut, maka akan dikenakan sanksi,” tegas Rizzal.

Selain melakukan patroli di Mal Griya Plaza Sumedang, pihaknya juga telah melakukan patroli di pusat belanja lainnya seperti Asia Plaza, Toko Ananda, Toko Ria Busana sampai pasar tumpah di Tol Bojong dan Citimun.

Melihat dipekan ini memasuki Hari Raya Idul Fitri dan tanggal muda pasti masyarakat memiliki uang untuk berbelanja, sehingga diprediksi adanya lonjakan ditempat tersebut.

Kalau melihat sesuai aturan di masa adaptasi kebiasaan baru, seharusnya ada pembatasan kapasitas dari pusat perbelanjaan tersebut maksimal 50% dari kapasitas gedung, namun ini banyak yang dihiraukan.

“Adapun dari hasil penindakan dan pemberian sanksi administratif dalam kegiatan patroli pada hari ini, ditemukan sebanyak 14 pelanggar dengan denda disetorkan ke Kas Daerah sebesar Rp 507.000,” pungkasnya.(Adhi SH)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares