TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Godzilla vs Kong Film Terlaris Saat Pandemi Mampu Raup 4,1 Triliun

TiNewss.com – Film Godzilla vs Kong mampu mendapatkan rekor baru dalam daftar box office AS dan Kanada saat Pandemi Covid-19.

Produksi Film Warner Bros ini dalam lima hari setelah resmi dilirilis mampu meraup penghasilan US $ 48,5 juta (Rp. 704,4 miliar) sedangkan selama akhir pekan saja film Godzilla vs Kong bisa meraup US $ 32 juta (Rp. 464,8 miliar) ).

Sedangkan di pasar internasional, pemasukan yang dibukukan film Godzilla vs Kong bahkan mampu melampaui jumlah U$ 236 juta (Rp 3,4 triliun).

Dalam akhir pekan ini, film tersebut mampu meraup U$ 71 juta di luar AS dan Kanada, termasuk U$ 44 juta di Tiongkok. Sehingga ditotalkan Film Godzilla vs Kong mampu meraup pemasukan sebesar U$ 285 juta (Rp 4,1 triliun).

Tentu ini menumbuhkan harapan dan optimisme kepada para pemilik studio film Hollywood dan pemilik bioskop bahwa masyarakat akan siap untuk kembali ke bioskop setelah setahun penuh menonton film di rumah saja lewat Netflix.

Godzilla vs Kong diputar di 3.064 bioskop di Amerika Serikat dan Kanada dengan jumlah bioskop terbanyak selama pandemi Covid-19 meskipun Godzilla vs Kong tersedia di HBO Max untuk para pelanggannya dengan gratis.

David A. Gross dari firma konsultan film Franchise Entertainment Research menyebutkan jumlah penonton Godzilla vs Kong sangat kuat di tengah kondisi yang masih sulit.

“Saat ini, kondisi yang ada hanya separuh dari kondisi normal. Namun pemasukan film di bioskop akhir pekan ini merupakan indikasi yang jelas dan positif bahwa penonton bioskop memiliki kekuatan melekat yang terus ada,” ucapnya dikutip Variety, Senin (5/4/2021 ).

Penerimaan publik internasional kepada film Godzilla vs Kong merupakan tanda positif bagi bioskop dunia bahwa masyarakat yang terus menantikan hiburan di dunia pascapandemi.

Penjualan tiket bioskop memberikan sinyal positif, meski industri bioskop di Amerika Serikat belum pulih 100% akibat ditutup saat pandemi.

Lebih dari 55% bioskop di AS telah kembali dibuka. Namun banyak yang beroperasi dengan mengurangi kapasitas untuk menyesuaikan dengan protokol kesehatan. (Adhi SH)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •