TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

Direktur eRKS FM Beberkan Hasil Jajak Pendapat Tahun 2020-2021

TiNewss.com Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) eRKS FM menggelar Jajak Pendapat Pendengar eRKS FM Periode 2020-2021, yang proses surveinya berlangsung dalam kurun waktu 1 Januari hingga 31 Maret 2021.

Direktur LPPL eRKS FM Elsya Tri Ahaddini mengungkapkan, hasil survei memperlihatkan hasil yang tidak begitu mengejutkan. Namun, ada masukan dari pendengar yang bisa dijadikan bahan bagi eRKS FM untuk merancang program-program ke depan.

“Ada banyak masukan dari pendengar. Misalnya berita program dan informasi yang masih kurang, terutama program informasi Pemkab Sumedang dan Pariwisata, ”ungkap Elsya, Senin (5/4).

Hasil survei juga memperlihatkan keinginan pendengar terhadap program LPPL eRKS. Diantaranya, 53,46% responden menginginkan program pendidikan, dan 16,48% menginginkan konsultasi program kesehatan.

Sebanyak 34,48% responden meminta durasi penayangan berita dan informasi yang lebih lama di eRKS FM. Sedangkan performa acara talkshow, yang merupakan program unggulan, yang sudah baik oleh 82,76 responden, dan 9,96% minta agar porsi talkshow ditambah.

Haleuang Sunda, Dongeng Sunda, dan Wayang Golek, merupakan acara yang paling disukai penggemar, masing-masing mendapatkan angka 41%, 34,48%, dan 18,39%. Sedangkan Gentra Pakuwon meraih persentase 6,13%.

Elsya menyampaikan terima kasih pada pendengar eRKS FM yang sudah diisi kuesioner jajak opinion ini.

Berdasarkan data digital, tercatat 261 responden mengisi kuesioner ini. Sebagian besar pengisi survei adalah pelajar / mahasiswa, yakni sebanyak 48,28%, dan sebagian besar pengisi atau sebanyak 50,96% adalah perempuan, ”ungkap Elsya.

Jajak pendapat ini, sambung Elsya, didesain dalam bentuk aplikasi yang terintegrasi dengan situs website eRKS FM. Dipastikan, responden tidak bisa mengisi kuesioner 2 kali. Setelah pengisian kuesioner ditutup pada tanggal 31 Maret, aplikasi ini tak bisa lagi diakses.

Pengisi survei tak hanya dari Sumedang. Data memperlihatkan responden, berasal dari 5 provinsi, 15 kabupaten / kota, dan 45 kecamatan.

“Bisa jadi, responden yang berasal dari luar Sumedang adalah pendengar eRKS melalui streaming,” tutur Elsya.

Diakui Elsya, tak mudah mengajak orang untuk mengisi aplikasi survei. Tetapi disyukurinya, kepedulian pendengar terhadap eRKS FM ternyata masih ada.

“Saya sampaikan terima kasih pada pendengar eRKS yang telah mengakses dan mengisi aplikasi survei ini,” ungkapnya.

Ke depan, Elsya menjanjikan survei lainnya, seperti survei pelayanan publik, pariwisata, dan lain-lain.

“Namun, tentu dengan indikator-indikator yang jelas. Jika perlu, dirumuskan dulu atau dirancang bersama lembaga-lembaga terkait. Bikin survei kan tidak bisa sembarangan,” sebutnya. (Rauf Nuryama)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Tulisan ini!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •