TiNewss.com

Berimbang Mengabarkan

COVID-19 Belum Terkendali, ASITA Sumedang Dukung Bupati, Tutup Sementara Tempat Wisata

TiNewss.com – Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DPC Kabupaten Sumedang, menyambut baik Surat Edaran Bupati Sumedang terkait dengan imbauan penutupan sementara tempat wisata dan pembatasan usaha menjelang tahun baru 2021.

Hal ini diungkapkan Dewan Pembina ASITA Sumedang, Dr. Asep D Darmawan, kepada Media melalui saluran Media Sosial WhatsApp, pada Kamis (31/12/2020).

“Saya sebagai Dewan Pembina ASITA Sumedang, menyambut baik apa yang disampaikan oleh Pak Bupati berkenaan dengan pembatasan tempat wisata di dalam rangka untuk mengurangi penyebaran virus Corona,” katanya.

Asep menyadari bahwa pada satu sisi memang masyarakat terutama pengusaha wisata membutuhkan pergerakan ekonomi melalui pariwisata. Bahkan sangat dibutuhkan di dalam situasi yang seperti ini.

Baca Juga : COVID-19 Bertambah, Bupati Sumedang Himbau tempat Wisata Tutup Sementara

“Tetapi bila kita melihat perkembangan terakhir penyebaran COVID-19 khususnya di Kabupaten Sumedang, Saya tentu sebagai pembina Asita mendukung langkah Pak Bupati. Karena bagaimanapun kesehatan masyarakat lebih utama. Potensial Loss atau Potensi pendapatan yang tidak jadi diterima oleh para pelaku wisata, pasti terjadi. Bahkan beberapa destinasi Wisata, sudah mempersiapkan beberapa program termasuk mempercantik destinasi wisatanya sebagai tujuan wisata tahun baru. Ini, resiko yang harus dibayar. Kita sebaiknya menjadi lebih bijak, karena ada persoalan lain yang di luar kendali Kita,” kata Asep.

Lebih lanjut Asep berharap, pandemi segera berakhir, dan semua kerugian dapat segera tertutupi. Sektor pariwisata, masih harus mempersiapkan diri secara matang dan profesional, sehingga pada saatnya nanti menjadi destinasi wisata yang layak untuk di “jual”.

Dalam situasi seperti ini, alangkah baiknya pengusaha wisata mempersiapkan obyek wisatanya yang makin baik, protokol kesehatannya disiapkan matang, dan tentu kesiapan obyek wisata akan CHSE (cleanliness, health, safety, dan enviromental sustainability)-? disiapkan pula.

“Kalau mata rantai penyebaran COVID-19, dapat kita putus segera, sehingga penyebarannya dapat dikendalikan, tentu kita masih bisa membuka destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan yang Ketat. Namun, saat ini sudah tidak bisa dikendalikan. Terbukti di Sumedang, setiap hari muncul lebih dari 20 rata-rata yang terkkonfirmasi Aktif COVID-19. Apalagi jika oemerintah melakukan Test PCR secara Masif,” tuturnya.

Ajakan Asep ini, disampaikan agar proses pemulihan kesehatan dan pemulihan Ekonomi, bisa segera terlaksana.

“Badai Pasti Berlalu. Pandemi pasti berakhir. Kecepatannya tergantunh kepada Kita. Pemerintah dan masyarakat berlomba untuk terus menjaga kesehatan, menjaga iman, menjaga imun, menjalankan protokol kesehatan. Hindari Kerumunan jika tidak terlalu penting. Jaga Jarak jika memang pertemuan fisik tidak bisa dihindarkan. Mudah-mudahan tahun baru, membawa harapan baru. Selamat akhir tahun selamat memasuki tahun baru, semoga di tahun 2021 kita mengharapkan adanya kecerahan ekonomi khususnya di sektor pariwisata dan pandemi berakhir,” tutup Asep.

Senada dengan Asep, Ketua ASITA Sumedang, Iyan Sofyan Hady menyampaikan bahwa Surat Edaran Bupati tentang imbauan untuk melakukan penutupan sementara tempat hiburan dan wisata, harus disikapi dengan bijak.

“Walaupun kita Asita sebagai para pengusaha dari sektor pariwisata paling merasakan dampak dari COVID-19, termasuk para agent, hotel, rumah makan, dan para pelaku usaha wisata. Namun Kita harus memahami dan berpikir bagaimana dalam menhadapi situasi seperti ini,” katanya.

Bukan hanya Kami, tentu kita merasakan hal yang sama. Karena itu kita harus berpikir bagaimana caranya membuat ekosistem wisata kita tetap berjalan berdampingan dengan pandemi seperti ini.

“Mudah-mudahan dengan adanya wadah ini (ASITA), Kita bisa saling bantu dalam berbisnis wisata. Mudah-mudahan badai cepat berlalu. Dan kebijakan Pemkab ini adalah bertujuan untuk memutus penyebaran virus covid 19 supaya tidak masif,” pungkas Iyan. (Andi Antoni)*