Corona Di Indonesia : 11 Ribu Nyawa Melayang

“Ekonomi vs Kesehatan, mana lebih penting?”

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares

TiNewss.com – Hingga kini 11 ribu orang meninggal karena Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) di Indonesia. Data tersebut diambil dari 2 publikasi yang di sampaikan oleh lembaga WHO maupun Pemerintah Indonesia per 5 Oktober 2020.

WHO mengumumkan jumlah meninggal karena COVID-19 mencapai 11.055 di Indonesia, dari 299.506 orang yang terkonfirmasi COVID-19. Sedangkan Pemerintah Indonesia melalui Website COVID-19.GO.ID menyampaikan jumlah yang meninggal sebanyak 11.151 orang dari 303.498 orang terkonfirmasi. Ada perbedaan, kemungkinan karena belum terbarukan data secara global.

Namun demikian, dari dua data tersebut jumlah kematian dibandingkan dengan jumlah terkonfirmasi (Baca: Angka Kematian Karena COVID-19), Indonesia memiliki angka potensi meninggal lebih tinggi dibandingkan secara rata-rata di Dunia. Indonesia memiliki Angka Kematian Karena COVID-19 sebesar 3.7 Persen, sedangkan secara Global hanya sebesar 2.9 Persen atau 0.8 persen lebih tinggi.

Sementara Amerika Serikat, yang merupakan negara dengan jumlah terkonfirmasi terbanyak di Dunia yakni mencapai 7.256.234 pada (5/10/2020) ternyata Angka Kematian Karena COVID-19 hanya sebesar 2.9 persen bahkan lebih sedikit atau hampir sama dengan rata-rata meninggal secara global.

Jumlah yang meninggal di Amerika mencapai 207.366 orang. Jika saja, dengan jumlah terkonfirmasi yang sama dengan Amerika namun Angka Kematian Karena COVID-19 yang sama di Indonesia, maka akan ada yang meninggal sebanyak 266.606 orang meninggal di Indoensia karena COVID-19.

Melihat data seperti ini, lalu selanjutnya siapa yang bertanggungjawab? Pemerintahkah? Atau Masyarakat? Lalu bagaimana Pemerintah dalam menganggulangi pandemi, sementara di sisi lain, Krisis Ekonomi juga sedang melanda Indonesia. Ternyata…

Pemerintah Indonesia melalui pernyataan Presiden Jokowi menitikberatkan pada pemulihan ekonomi dibandingkan dengan kesehatan.

Dikutif dari reuters, Presiden Joko Widodo dalam memerangi pandemi COVID-19, meminta tidak ada “polemik” atau “keributan” di tengah kritik bahwa dia menempatkan ekonomi daripada kesehatan masyarakat.

Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, memiliki Angka Kematian Karena COVID-19 termasuk yang tertinggi di Asia.

Penanganan pemerintah terhadap pandemi sejak Maret menuai kritik dari beberapa pakar kesehatan masyarakat karena memprioritaskan ekonomi daripada masalah kesehatan masyarakat.

“Mengutamakan kesehatan bukan berarti kita mengorbankan ekonomi, karena mengorbankan ekonomi sama dengan mengorbankan nyawa puluhan juta orang,” kata Jokowi (Reuters, 4/10/2020)

Presiden dalam posisi terdesak, karena ekonomi akan memasuki resesi pertama sejak krisis keuangan Asia tahun 1998. Akibat pandemi, perkiraan kasus terburuk pemerintah yaitu kontraksi 1,7% pada tahun 2020 lebih baik daripada banyak negara.

Presiden juga berjanji akan memerintahkan para menterinya untuk memperbaiki respons mereka terhadap krisis dan mengimbau masyarakat untuk memberikan saran kepada pemerintah. (Redaksi)***

Terima Kasih Untuk Berbagi Informasi, Silakan Klik Tombol di Bawah !
  • 35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    35
    Shares
%d blogger menyukai ini: